Banten

Prabowo Buka Babak Baru Kerja Sama dengan China, Bahas Tanggul Laut Raksasa hingga Kereta Cepat

Moehamad Dheny Permana | 5 September 2025, 19:56 WIB
Prabowo Buka Babak Baru Kerja Sama dengan China, Bahas Tanggul Laut Raksasa hingga Kereta Cepat

Akurat Banten - Presiden RI Prabowo Subianto terus memperkuat hubungan strategis dengan China melalui pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di Beijing.

Dalam lawatannya yang bertepatan dengan peringatan 80 tahun Hari Kemenangan, Prabowo tidak hanya membicarakan proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall, tetapi juga peluang kerja sama pengembangan jalur kereta cepat Jakarta–Surabaya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut kedua proyek ini menjadi salah satu poin utama yang dibicarakan kedua kepala negara.

“Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo membahas arah kerja sama infrastruktur ke depan, termasuk Giant Sea Wall dan pengembangan kereta cepat,” ujar AHY.

Meski detail teknis belum masuk ke pembahasan rapat, AHY memastikan dirinya akan mengawal dua proyek besar tersebut.

Ia menambahkan, Prabowo berencana menjadwalkan rapat terbatas khusus bersama jajaran menteri terkait untuk merumuskan langkah konkret.

“Saya akan mengawal dua proyek strategis ini sekaligus. Nanti Presiden akan mengundang sejumlah menteri untuk membahas secara rinci,” tegas AHY.

Selain membangun kerja sama dengan China, pemerintah Indonesia juga membuka pintu bagi negara lain untuk berinvestasi di proyek Tanggul Laut Raksasa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya menegaskan bahwa peluang investasi telah ditawarkan kepada China, Korea Selatan, Jepang, hingga beberapa negara Eropa.

Baca Juga: Mahasiswa Duduk Bareng Pemerintah di Istana: Dialog Hangat Penuh Ide Segar

Proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu program strategis nasional (PSN) pemerintahan Prabowo.

Proyek raksasa ini diharapkan mampu melindungi kawasan pesisir utara Jawa dari ancaman banjir rob dan dampak serius perubahan iklim.

Pemerintah merancang skema pembiayaan proyek dengan model Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Beberapa fase pembangunan akan ditawarkan secara bertahap kepada mitra internasional untuk mendorong partisipasi pendanaan.

“Ini bukan hanya proyek infrastruktur biasa, tapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Karena itu, skema kerja sama akan diatur seefisien mungkin,” jelas Airlangga.

Adapun nilai investasi proyek Giant Sea Wall ditaksir mencapai 80 miliar dolar AS, atau sekitar Rp1,31 kuadriliun dengan kurs Rp16.430 per dolar.

Di sisi lain, pembahasan kereta cepat Jakarta–Surabaya dipandang sebagai kelanjutan dari proyek kereta cepat Jakarta–Bandung yang saat ini sudah beroperasi.

Bila terealisasi, proyek ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan antarkota besar di Pulau Jawa secara signifikan.

Pertemuan Prabowo dan Xi Jinping dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Indonesia serius mengakselerasi pembangunan infrastruktur berskala besar dengan melibatkan mitra global.

Baca Juga: Pemerintah Gaspol Stimulus Ekonomi, Gaji Disubsidi hingga Pajak Ditanggung Negara

Bagi Prabowo, langkah ini juga menjadi simbol komitmen pemerintahannya untuk menghadirkan solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan iklim sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“Kerja sama strategis seperti ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak berjalan sendiri dalam membangun bangsa. Kita membuka kolaborasi dengan mitra internasional untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tutup AHY.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.