Banten

Pemerintah Gaspol Stimulus Ekonomi, Gaji Disubsidi hingga Pajak Ditanggung Negara

Moehamad Dheny Permana | 5 September 2025, 19:43 WIB
Pemerintah Gaspol Stimulus Ekonomi, Gaji Disubsidi hingga Pajak Ditanggung Negara

Akurat Banten - Pemerintah memastikan roda perekonomian tetap berputar dengan berbagai stimulus baru pada paruh kedua tahun ini, mulai dari subsidi gaji, pembebasan pajak penghasilan, hingga dukungan perumahan bagi masyarakat.

Kebijakan ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas strategi menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat perlindungan bagi kelompok rentan.

"Yang sekarang ada kan stimulus seperti (subsidi) gaji yang di bawah Rp10 juta itu sudah berjalan, gaji untuk padat karya. Sektor tertentu kan PPh-nya ditanggung pemerintah itu sudah dinikmati 1,7 juta masyarakat," ujar Airlangga.

Airlangga menjelaskan, program subsidi gaji bagi pekerja dengan pendapatan di bawah Rp10 juta akan tetap digelontorkan pada semester II tahun ini.

Program itu diklaim memberi napas segar bagi pekerja sekaligus mencegah tekanan pada daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, insentif perpajakan berupa pembebasan PPh untuk sektor tertentu akan diteruskan, dengan target jutaan pekerja tetap bisa menikmatinya.

“Kami juga dorong program padat karya dan perumahan, baik lewat kredit usaha rakyat maupun program renovasi rumah,” tambah Airlangga.

Baca Juga: CELIOS Desak Menkeu Diberi Perlindungan Setara Wapres Usai Insiden Penjarahan

Pemerintah menyadari risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) massal masih membayangi.

Karena itu, strategi perlindungan tenaga kerja diperkuat dengan berbagai fasilitas, termasuk jaminan bagi pekerja kontrak.

Selain fokus pada perlindungan, pemerintah juga mendorong terciptanya lapangan kerja baru.

Deregulasi di sejumlah sektor industri, khususnya di Pulau Jawa, ditargetkan membuka lebih dari 100 ribu peluang kerja dalam waktu dekat.

Langkah ini sekaligus diharapkan mampu meredam kekhawatiran masyarakat pasca gejolak aksi unjuk rasa pekan lalu.

Menurut Airlangga, kondisi makroekonomi Indonesia tetap stabil meski sempat diwarnai ketegangan politik.

Nilai tukar rupiah tercatat masih terjaga di kisaran Rp16.400 per dolar AS, sementara pasar saham mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sempat terkoreksi.

“Fundamental ekonomi kita tetap solid, rebound pasar juga menjadi sinyal kepercayaan investor masih kuat,” kata Airlangga.

Dengan rangkaian kebijakan ini, pemerintah berupaya menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global.

Baca Juga: 3 Prompt Foto Viral di IG Pakai AI Fitur Foto Action Figure untuk Buat Miniatur

Program subsidi gaji, insentif pajak, hingga dukungan perumahan diyakini bukan hanya memperkuat daya beli masyarakat, tetapi juga menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

Secara keseluruhan, strategi ini dipandang sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk tidak sekadar memadamkan krisis sesaat, tetapi juga menyiapkan fondasi jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Apabila seluruh program berjalan sesuai rencana, semester kedua tahun ini berpotensi menjadi momentum penting untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia sekaligus menjaga ketahanan sosial masyarakat di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.