Peta Kekuatan Bergeser, Ahmad Sahroni Lepas Kursi Pimpinan Komisi III DPR

Akurat Banten - Perubahan komposisi pimpinan di tubuh DPR RI kembali terjadi.
Nama Ahmad Sahroni, politisi Partai NasDem yang selama ini dikenal sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR, resmi bergeser dari posisinya.
Keputusan rotasi tersebut ditetapkan melalui surat resmi Fraksi Partai NasDem yang ditandatangani Ketua Fraksi Viktor Laiskodat dan ditujukan langsung kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani.
Tak hanya itu, surat tersebut juga ikut dibubuhi tanda tangan Sahroni sendiri karena ia masih menjabat sebagai Sekretaris Fraksi NasDem.
“Ini rotasi rutin, semata-mata penyegaran di tubuh fraksi, bukan pencopotan,” ujar Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim.
Pergantian posisi ini membuat Sahroni harus meninggalkan kursi strategis di Komisi III DPR yang dikenal sebagai komisi penting karena menangani isu-isu penegakan hukum, kepolisian, hingga kejaksaan.
Ia kini dipindahkan ke Komisi I DPR, yang membidangi pertahanan, intelijen, komunikasi, dan hubungan luar negeri.
Posisi yang ditinggalkan Sahroni tidak dibiarkan kosong.
Baca Juga: Pemprov Jatim Gaspol Sediakan Beras Murah, Warga Tak Perlu Khawatir Kehabisan
Fraksi NasDem menunjuk Rusdi Masse Mappasessu, anggota DPR asal Sulawesi Selatan yang sebelumnya duduk di Komisi IV, untuk naik kelas menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR.
Dengan penunjukan itu, formasi pimpinan Komisi III DPR kini terdiri dari Habiburokhman (Gerindra) sebagai Ketua, serta empat wakil ketua yakni Dede Indra Permana (PDIP), Saru Yuliati (Golkar), Rano Alfath (PKB), dan Rusdi Masse (NasDem).
Perubahan ini menandai pergeseran kekuatan internal di tubuh Komisi III DPR.
Sahroni yang selama ini kerap tampil vokal dalam isu penegakan hukum, kini harus menyesuaikan diri dengan dinamika baru di Komisi I.
Komisi tersebut dikenal strategis karena berhubungan erat dengan sektor pertahanan, diplomasi, dan keamanan negara.
Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi penyegaran kader yang rutin dilakukan oleh NasDem.
Meski begitu, tak sedikit yang menilai keputusan tersebut juga memiliki nuansa politik internal.
Pasalnya, Sahroni merupakan salah satu figur populer di NasDem dan memiliki basis dukungan kuat di Jakarta.
Sementara itu, Rusdi Masse, yang naik menggantikan Sahroni, dianggap memiliki pengalaman politik yang cukup panjang serta jaringan yang luas di daerah asalnya.
Pengamat politik menilai, rotasi ini dapat memengaruhi arah kebijakan Komisi III ke depan, khususnya dalam mengawal isu-isu hukum yang sensitif.
Sementara itu, proses pelantikan Rusdi Masse sebagai pimpinan baru Komisi III akan dilakukan oleh Pimpinan DPR RI dalam rapat resmi di ruang komisi.
Baca Juga: Kemkomdigi Pastikan Liputan Demo Tetap Bebas: Tak Ada Sensor, Hanya Imbauan Etika
Tradisi ini menjadi langkah formal yang selalu menyertai setiap pergantian posisi di tubuh legislatif.
Bagi Sahroni sendiri, perubahan ini menjadi tantangan baru.
Ia akan memasuki ranah kerja yang berbeda dan lebih banyak berkaitan dengan urusan internasional dan pertahanan negara.
Meski harus meninggalkan kursi pimpinan di komisi yang selama ini ia kenal baik, peran Sahroni di Komisi I tetap dinilai penting dalam menjaga keseimbangan dinamika DPR.
Dengan demikian, rotasi kali ini bukan hanya soal penyegaran personal, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana partai politik terus menata langkahnya dalam mengisi posisi-posisi strategis di parlemen.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







