Banten

Harapan Pupus, Inggar Hembuskan Napas Terakhir Setelah Dianiaya, Polisi Kejar Terduga Pelaku

Irsyad Mohammad | 30 Agustus 2025, 20:06 WIB
Harapan Pupus, Inggar Hembuskan Napas Terakhir Setelah Dianiaya, Polisi Kejar Terduga Pelaku

AKURAT BANTEN - Seorang wanita bernama Inggar (28) meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan Ferdi Yusuf (27) suaminya sendiri di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Rabu (27/8/2025) malam.

Kapolsek Panongan, Iptu Jonathan Mampetua Sirait, menjelaskan, peristiwa bermula dari keributan pasangan tersebut yang didengar warga sekitar.

Saat mencoba memastikan keadaan, warga mendapati kondisi kontrakan sudah dipenuhi bercak darah.

Baca Juga: Misteri Tragis di Pondok Pinang, Sopir Pribadi Diduga Habisi Nyawa Anak Majikan

"Korban ditemukan terkapar dengan luka parah, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan suaminya," ungkap Jonathan, Sabtu (30/8/25).

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong setelah beberapa hari mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, EY langsung kabur usai kejadian dan diduga sempat membuang barang bukti.

Baca Juga: HIPPINDO Serukan Dialog dan Dukung Pengamanan Pusat Belanja di Tengah Gejolak Aksi Massa

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan kini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku.

"Kami akan terus memburu pelaku sampai tertangkap. Kami juga mengimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri," tegas Jonathan.

Hal tersebut dibenarkan Riski, Inggar adiknya sudah menghembuskan napas terakhir di salah satu RS di Tangerang.

Baca Juga: Malam Mencekam di Surabaya, Pos Polisi Dibakar Massa dan Polisi Janji Usut Tuntas

"Benar, jam 10:30 wib, dimakamin di Parung," singkatnya. Sabtu (30/8/25)

Sebelumnya, Riski berharap aparat kepolisian segera menangkap pelaku dan menegakkan hukum seadil-adilnya.

"Harus dihukum seberat-beratnya, karena sudah enggak manusiawi lagi menurut saya," tegas Abdul Riski Ananda.

Selain itu, keluarga juga meminta dukungan masyarakat agar kasus ini mendapat perhatian dan pelaku segera ditangkap.

"Harapan kita untuk masyarakat Indonesia semuanya bantu, bantu untuk meviralkan dan bantu untuk kepolisian segera menemukan pelaku. Pelaku ini orang Bogor tapi dia tinggalnya itu di Jakarta sama bibinya," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.