SPPG Kabupaten Tangerang Bakal Intensifkan Koordinasi dengan Disdik untuk Cegah Rebutan Sekolah

AKURAT BANTEN - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bakal memperkuat koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil setelah muncul persoalan perebutan sekolah antar penyedia dapur makan bergizi gratis (MBG) di daerah tersebut.
Diketahui, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerima laporan adanya pemilik dapur yang saling berebut sekolah yang menjadi objek pendistribusian MBG.
"Disdik memberikan saran agar jangan sampai terjadi rebutan sekolah. Menurut saya itu bagus, supaya ada komunikasi dan tidak berbenturan antara satu dapur dengan dapur lain,” kata Priyo.
Priyo mengungkapkan, persoalan ini diawali dengan adanya intervensi pemilik dapur yang belum beroperasi di Kabupaten Tangerang kepada pihak sekolah dalam hal kerjasama mendistribusikan MBG.
"Untuk kabupaten tangerang sendiri ada beberapa intervensi yakni yayasan melakukan kerjasama dengan dengan sekolah, padahal dapur yayasan itu belum beroperasi," ungkap Priyo.
Karenanya, kata Priyo, pihaknya akan mengadakan rapat internal antar SPPG yang telah beroperasi untuk mengatasi persoalan tersebut.
"Jadi ini mau rembukan dengan SPPG yang sudah berjalan untuk membantu menghalangi kegiatan tersebut agar tidak terjadi selisih paham antara dapur A dengan dapur B," jelasnya.
Selain rapat internal, kata Priyo, persoalan ini juga akan dibawa pada rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
"Rencananya minggu besok, tapi saya mau rapatin dulu dengan SPPG yang sudah beroperasi karena mereka mereka ini yang tau kondisi di wilayahnya masing masing," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Agus Supriatna mengungkapkan, pihaknya menerima laporan adanya kekisruhan perebutan sekolah antar yayasan penyedia dapur MBG.
“Kami menerima laporan ada sekolah yang sudah diajak kerja sama oleh SPPG yang belum beroperasi, sementara ada SPPG lain yang sudah jalan tapi tidak bisa masuk. Ini jelas bikin sekolah bingung,” ungkapnya.
Karenanya, Agus menyarankan agar SPPG berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menanggulangi serta mencegah terjadinya polemik serupa di kemudian hari.
"Mereka harus terkoneksi dengan kita Dinas Pendidikan, sehingga mereka enggak kebingungan lagi dengan titik sekolah sekolahnya," kata Agus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5Babak Baru Sengkarut Tagihan Tirta Benteng: Pelanggan Bawa Teknisi Ahli, Telanjangi Asumsi Sepihak PDAM
- 6MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 7Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 8Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 9Erling Haaland Jadi Mimpi Buruk Leipzig! Cetak 13 Gol dalam 9 Laga, Man City Pulang dengan Kemenangan Dramatis
- 10Resmi! Harry Kane Perpanjang Kontrak di Bayern hingga 2029, Barcelona dan Klub Peminat Gigit Jari








