Banten

Dorong Sekolah Aman, PPAPP Jakut Aktifkan PPIK Remaja di Enam Sekolah

Moehamad Dheny Permana | 25 Juli 2025, 19:16 WIB
Dorong Sekolah Aman, PPAPP Jakut Aktifkan PPIK Remaja di Enam Sekolah

Akurat Banten - Upaya menciptakan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan kini tak hanya menjadi tanggung jawab guru atau orang tua.

Para remaja mulai mengambil peran penting sebagai pelopor perubahan positif.

Di Jakarta Utara, sebuah langkah inspiratif dilakukan melalui program yang menyasar enam sekolah sebagai contoh peran aktif remaja dalam menjaga lingkungan belajar yang sehat dan inklusif.

Langkah ini diinisiasi oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara melalui kegiatan sosialisasi bertema peningkatan peran Pusat Informasi dan Konseling (PPIK) Remaja.

Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara, Ferlina Kartiningsih, menjelaskan bahwa program ini mengusung pendekatan sebaya yang lebih efektif dalam menjangkau remaja.

"Kami menggelar sosialisasi Peningkatan Peran Pusat Informasi dan Konseling (PPIK) Remaja di enam sekolah yang dijadikan 'pilot project' atau proyek percontohan dalam peningkatan peran PPIK Remaja di sekolah,” ujar Ferlina.

Baca Juga: 781 Personel Siaga di GBK, Keamanan Humanis Siap Kawal Laga Seru Indonesia vs Thailand

Enam sekolah tersebut adalah MAN 5 Jakarta, SMAN 13 Jakarta, SMAN 80 Jakarta, SMPN 34 Jakarta, SMPN 112 Jakarta, dan SMPN 270 Jakarta.

Mereka dipilih karena memiliki potensi kuat untuk menjadi model keterlibatan remaja dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Tak sekadar sosialisasi, program ini juga menggandeng Duta Anti Kekerasan dan Duta GenRe sebagai fasilitator utama.

Dengan pendekatan dari sesama pelajar, diharapkan penyampaian informasi menjadi lebih diterima dan membekas.

Para duta ini dilatih untuk menjadi perpanjangan tangan layanan konseling dan penghubung antara siswa dengan guru BK atau tim penanganan kekerasan.

Kegiatan ini menjadi lebih bermakna ketika para siswa mulai menunjukkan komitmen dan keberanian untuk bersuara.

Baca Juga: Menanti Putusan Majelis Hakim, Kuasa Hukum Hasto Minta Hakim Bebaskan dari Tuduhan Suap

Salah satunya datang dari Duta Anti Kekerasan SMAN 13 Jakarta, Muhammad Arfan.

"Mudah-mudahan melalui kegiatan ini dapat menyebarkan pengetahuan dan informasi kepada sesama terkait seputar pencegahan serta penanganan kekerasan terhadap remaja," ucap Arfan.

Menurut Ferlina, selain sebagai bentuk sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi remaja untuk memahami pentingnya peran mereka dalam mencegah kekerasan.

Harapannya, para siswa dapat lebih memahami keberadaan layanan seperti Pusat Pelayanan Keluarga (PUSPA) dan tahu ke mana harus melapor saat mengalami atau mengetahui kasus kekerasan.

"Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini para pelajar menjadi tahu adanya layanan konseling Pusat Pelayanan Keluarga (PUSPA) dan memahami harus ke mana jika ada kasus kekerasan," tambah Ferlina.

Langkah-langkah progresif ini menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi ruang aman, asalkan seluruh elemen di dalamnya, termasuk siswa, bersatu dalam menciptakan budaya saling menghargai dan melindungi.

Ke depan, semangat yang ditanamkan di enam sekolah ini diharapkan menyebar luas ke sekolah-sekolah lainnya di Jakarta.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.