Banten

PPATK Ungkap Ada NIK Penerima Bansos Terindikasi Danai Terorisme, Gus Ipul Turun Tangan

Andi Syafrani | 11 Juli 2025, 15:38 WIB
PPATK Ungkap Ada NIK Penerima Bansos Terindikasi Danai Terorisme, Gus Ipul Turun Tangan

AKURAT BANTEN - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kembali membuat publik terkejut dengan hasil investigasi terbaru mereka terkait penyaluran bantuan sosial (bansos).

Kali ini, bukan hanya soal penyalahgunaan dana untuk judi online, tetapi juga temuan yang jauh lebih serius: adanya penerima bansos yang terindikasi terlibat dalam jaringan pendanaan terorisme.

Baca Juga: APBD Perubahan Jakarta 2025 Disepakati Rp91,8 Triliun, DPRD Janji Prioritaskan Kesejahteraan Warga

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengungkapkan bahwa dari pencocokan data antara Nomor Induk Kependudukan (NIK) penerima bansos dengan data transaksi dari salah satu bank BUMN, ditemukan lebih dari 100 individu yang dicurigai terlibat dalam transaksi mencurigakan yang mengarah pada pembiayaan terorisme.

Baca Juga: Mayat Tanpa Kepala di Kali Ciliwung Diduga Pegawai Kemendagri, Polisi Masih Selidiki Identitas

“Jadi kita cocokin NIK-nya, ternyata memang ada NIK penerima bansos yang juga menjadi pemain judi online. Tapi yang lebih serius, ada juga yang terkait dengan tindak pidana korupsi, bahkan pendanaan terorisme,” ujar Ivan dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/7/2025).

Baca Juga: Pantas Dapat Beasiswa dari Kemendikbud! Ternyata Dhika 'Aura Farming' yang Joget di Atas Sampan Bukan Anak Kecil Seperti Lainnya

Ivan menambahkan bahwa total data NIK penerima bansos yang sedang dianalisis jumlahnya mencapai sekitar 500.000 orang. Temuan ini merupakan bagian dari upaya PPATK untuk memastikan agar dana bantuan pemerintah tidak jatuh ke tangan yang salah atau disalahgunakan untuk kepentingan ilegal.

Meskipun belum diungkap secara spesifik siapa saja nama-nama yang terlibat, Ivan menyebut pihaknya terus mendalami data bersama sejumlah bank lainnya guna memastikan akurasi temuan ini.

Baca Juga: Gonjang-ganjing Ijazah Jokowi Asli atau Tidak, Padahal UGM Sudah Keluarkan Pernyataan Penting Ini

Ia memastikan, proses validasi masih berjalan dan hasil lengkap akan segera diserahkan ke pihak berwenang.

“Nanti akan kita serahkan ke Pak Mensos rekening-rekening yang terindikasi,” katanya, merujuk pada Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Menurut Ivan, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi intens dengan Kementerian Sosial agar langkah cepat bisa diambil, termasuk kemungkinan pemblokiran rekening para penerima bansos yang terbukti menyalahgunakan dana untuk aktivitas kriminal.

Baca Juga: Jangan Keluar Rumah Sebelum Baca Ini! Ramalan Cuaca Hari ini BMKG Kabupaten Lebak Banten

Di tengah sorotan publik terhadap efektivitas penyaluran bansos, temuan ini semakin menegaskan pentingnya validasi data penerima secara menyeluruh.

Apalagi jika dana negara yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin ternyata turut dinikmati oleh pelaku korupsi dan bahkan teroris, kepercayaan publik terhadap program bantuan sosial bisa semakin menurun.

Baca Juga: Sarang Prostitusi di Kota Tangerang Digerebek, 12 PSK Dibawah Umur Diamankan

PPATK menegaskan bahwa proses investigasi ini akan terus berlanjut dan tidak akan berhenti sampai semua pihak yang terlibat dalam penyalahgunaan dana bansos ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC