Transjakarta Bongkar Halte BNN Temporer: Antisipasi Bahaya dan Dukung Integrasi LRT Jabodebek

Akurat Banten - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk membongkar Halte BNN Temporer di Jakarta Timur.
Halte ini sebelumnya digunakan sebagai titik naik dan turun penumpang saat proses pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek berlangsung.
Kini, seiring dengan beroperasinya LRT Jabodebek dan meningkatnya integrasi antarmoda, halte tersebut sudah tidak difungsikan lagi sejak 1 Maret 2025.
Seluruh kebutuhan mobilitas pelanggan telah terakomodir melalui Halte Cawang Sentral yang terintegrasi langsung dengan Stasiun LRT Cawang serta Halte Cawang BNN.
“Transjakarta telah berkoordinasi dengan pihak terkait sejak April 2024 dan secara resmi menyerahkan kembali Halte BNN Temporer. Langkah ini mengikuti perkembangan kebutuhan penumpang yang kini sudah dapat dilayani di halte baru yang lebih representatif,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, Minggu, 29 Juni 2025.
Lebih lanjut, Ayu menjelaskan bahwa pihaknya kembali melakukan koordinasi pada Mei 2025 guna mengajukan pembongkaran halte tersebut secara bertahap.
Baca Juga: Tantangan dan Harapan di Balik Ambisi Bus Listrik Nasional
Tujuannya untuk mencegah potensi bahaya dan risiko keamanan, mengingat fasilitas halte yang sudah tidak digunakan tersebut mulai rusak dan tidak terawat.
Salah satu masalah yang muncul adalah pencurian pelat besi di halte tersebut.
Pelat besi yang dulunya digunakan sebagai pijakan penumpang hilang, sehingga berisiko membahayakan warga yang melintas di sekitar lokasi.
Dengan pertimbangan tersebut, Transjakarta bergerak cepat untuk membongkar halte secara bertahap.
Baca Juga: Balas Dendam Militer: 14 Teroris Tewas Usai Serangan Bom Bunuh Diri di Pakistan
Proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan lingkungan sekitar, serta koordinasi penuh dengan pihak berwenang.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Transjakarta untuk menjaga keamanan publik sekaligus mendukung pembangunan sistem transportasi terintegrasi yang lebih efisien dan aman di Jakarta.
Transjakarta juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan atau mendekati area halte yang sudah tidak aktif demi keselamatan bersama.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








