Banten

Hari Anak Nasional di Kota Tangerang, Banyak Pelajar Dibawah Umur Dibiarkan Cari Uang Hingga Malam

Noudhy Valdryno | 24 Juni 2025, 21:05 WIB
Hari Anak Nasional di Kota Tangerang, Banyak Pelajar Dibawah Umur Dibiarkan Cari Uang Hingga Malam

AKURAT BANTEN - Menyambut momen Hari Anak Nasional, fenomena kehidupan para anak dan pelajar di Kota Tangerang masih menjadi pemandangan yang menyedihkan. 

Bagaimana tidak? para anak-anak yang masih dibawah umur itu, masih terlihat berkeliling hingga larut malam di kawasan Kota Tangerang yang merupakan Kota Layak Anak (KLA). 

Anak-anak yang mengais rejeki di jalan itu memiliki beragam profesi. Mulai dari pengamen, ada yang hanya duduk dan membukakan pintu minimarket setiap ada tamu yang masuk dan keluar, dengan harapan mendapat imbalan. 

Baca Juga: Terjerat Judi Online, Seorang Kakak Nekat Curi Motor dan Ponsel Milik Adik Kandung di Kramat Jati

Tak sedikit pula, mereka menja tim ondel-ondel rela berkeliling jauh di pinggir jalan raya untuk meminta - minta uang, sama halnya ketika menjadi manusia silver. 

Namun, mereka yang ikhlas pada usianya yang kebanyakan diusianya menghabiskan waktunya untuk bermain atau mengerjakan PR, tapi terpaksa ikut memikul ekonomi keluarganya. 

Seperti yang sebuah foto yang dipublikasikan oleh akun Instagram @aboutTNG yang melihat seorang anak perempuan sedang duduk diatas trotoar berjualan donat. 

Baca Juga: Rahasia Morning Routine 5 Menit yang Bisa Bikin Hidupmu Lebih Produktif Setiap Hari

Atas fenomena ini, apakah relevan Kota Akhlakul Karimah ini masih menjadi Kota Layak Anak? Tak adanya perlindungan yang menjamin jika anak sekecil itu sudah berkelahi dengan waktu demi membantu ekonomi keluarga. 

Adapun foto anak kecil itu dibuatkan narasi caption : Anak kecil dan orang tua yang pantang patah semangat dalam bekerja serta beraktivitas positif selalu menggerakkan hati Botang untuk mengenal mereka lebih jauh. 

Beberapa hari lalu, Botang bertemu dengan adik perempuan ini yang bernama Bilkis. Ia masih berusia 10 tahun, namun tekadnya tinggi untuk membantu orang tuanya mencari rezeki. 

Baca Juga: Jambret di Halte Busway Lapangan Banteng Dibekuk, Polisi Buru Penadahnya!

Ketika ditemui di dekat gerbang perumahan Graha Raya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Bilkis sedang terduduk dengan sebuah kontainer berisi donat meses dan sekantong plastik bening. 

"Donat seres 2.000," begitu tertulis pada kontainer tersebut. 

Bilkis masih duduk di bangku 4 SD salah satu sekolah di Pinang, Kota Tangerang. Ia mengaku berjualan atas keinginan sendiri untuk bantu orang tua. 

"Biasanya jualan sepulang sekolah. Ke sini (pertigaan Paku Jaya) naik angkot atau dianter mama," katanya kepada Botang. 

Baca Juga: SMS Palsu Berujung Miliaran: Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Link Phising Asal Malaysia

Setiap hari, Bilkis jualan donat dari pukul 15.00-20.00 WIB dan lebih sering menunggu pembeli di pertigaan tersebut. 

"Kadang jam 6 sore sudah habis, langsung pulang," ujarnya lagi. 

Buat kamu yang sering lewat sini dan ketemu Bilkis, jangan lupa beli donatnya ya supaya Bilkis bisa pulang lebih cepat lagi. 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.