Provinsi Banten Tempati Urutan Pertama, Kategori Udara Terburuk di Indonesia

AKURAT BANTEN - Berdasarkan halaman Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terungkap kualitas Udara di Banten pagi ini, terburuk di Indonesia.
Dikutip Akurat Banten dari Databoks, adapun indeks kualitas udara di Banten sebesar 133, berdasarkan data yang dikeluarkan pada, Rabu (30/4/2025) pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara KLHK, ISPU merupakan angka tanpa satuan yang digunakan untuk menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu.
Baca Juga: Jelang Purna Tugas, Ratu Tatu Dapat Apresiasi dari Serikat Buruh Kabupaten Serang
Selanjutnya, penilaian juga didasarkan dampaknya terhadap kesehatan manusia, nilai estetika, dan makhluk hidup lainnya.
Diketahui, ISPU telah melakukan perhitungan berdasarkan hasil pengukuran tujuh parameter pencemar udara yakni:
1. Hasil pengukuran PM10
2. Hasil pengukuran PM2.5
3. Hasil pengukuran NO2
4. Hasil pengukuran SO2
5. Hasil pengukuran CO
6. Hasil pengukuran O3
7. Hasil pengukuran HC.
Pengukuran parameter pencemar udara tersebut, tersebar di 72 stasiun di berbagai daerah.
Baca Juga: Kolaborasi Kecamatan hingga Warga: Kunci Baru Jakarta Barat Tekan Stunting di 2025
Jika dilihat berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) LHK No. 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara, ISPU yakni:
1. Pada rentang 0-50 memiliki kualitas udara baik
2. Rentang 51-100 berarti kualitas udara sedang
3. Rentang 101-200 kualitas udara tidak sehat merugikan manusia, hewan, dan tumbuhan..
4. Rentang 201-300 dapat meningkatkan risiko kesehatan pada kelompok sensitif.
5. Rentang lebih dari 300 dapat merugikan kesehatan secara serius dan perlu penanganan cepat.
Baca Juga: Bikin Tajir di 2025? Ini Perbandingan Obligasi vs Deposito yang Wajib Diketahui Investor!
Data 10 provinsi yang diterbitkan pada, Rabu 30 April 2025 pukul 08.00 WIB kategori indeks kualitas udara terburuk di Indonesia, seperti:
1. Banten: 133
2. DKI Jakarta: 96
3. Jawa Barat: 94
4. Sulawesi Selatan: 91
5. Lampung: 89
Baca Juga: Kontroversi Wamil untuk Anak Nakal: Solusi atau Jalan Pintas Pendidikan?
6. Sumatera Barat: 84
7. Jawa Timur: 82
8. Riau: 76
9. Jawa Tengah: 70
10. Aceh: 68
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







