Banten

Warga Desa Katumbiri Temukan Bayi Meninggal Dunia Terkubur di Kebun

Irsyad Mohammad | 3 Februari 2025, 16:09 WIB
Warga Desa Katumbiri Temukan Bayi Meninggal Dunia Terkubur di Kebun

AKURAT BANTEN - Warga Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi yang sudah meninggal dunia bersama ari-ari di kebun milik warga.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus kain putih dan terkubur di dalam tanah.

Penemuan ini berawal pada Sabtu, 1 Februari 2025, sekitar pukul 17.30 WIB, saat Unit Reserse Polsek Cigeulis menerima informasi dari warga mengenai adanya gundukan tanah dengan bau menyengat di kebun milik Udi, yang terletak di Kampung Sabrang, Desa Katumbiri, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. 

Setelah menerima laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut atas penemuan bayi malang itu.

Baca Juga: Dua ASN Tangerang Ditangkap Terkait Dugaan Korupsi Retribusi Pelelangan Ikan

Pada Minggu, 2 Februari 2025, sekitar pukul 16.30 WIB, personel kepolisian, bersama dua saksi yakni Astam (42) dan Dadi (40), warga setempat, langsung menuju lokasi untuk memverifikasi temuan tersebut.

Dikatakan, Kapolsek Cigeulis, IPTU Erwin Heryadi, berdasarkan keterangan saksi, Astam menemukan gundukan tanah yang gembur saat ia sedang berada di kebun dan mencium bau busuk. 

"Ketika menggali, ia menemukan kain putih yang berbau sangat menyengat, namun tidak mengetahui apa yang terkubur di dalamnya," ungkapnya. Senin (03/02/25).

Setelah dilakukan penggalian, oleh tim kepolisian, kata Erwin, ditemukan bayi atau orok dalam keadaan sudah meninggal dunia dan terbungkus kain putih. 

Baca Juga: Sempat Viral Ejek Honorer Pakai BPJS, Karyawan PT Timah Berujung Minta Maaf dan Akui Kesalahan

"Jenis kelamin bayi tersebut belum dapat dipastikan. Kami segera memasang garis polisi di sekitar lokasi dan melakukan olah TKP. Proses investigasi selanjutnya akan dilakukan oleh tim INAFIS Polres Pandeglang," kata Kapolsek Cigeulis, IPTU Erwin Haryadi kepada Akurat Banten. 

Lebih lanjut, Erwin Heryadi, mengatakan, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

"Perkembangan lebih lanjut nanti kami informasikan kembali," cetusnya.

Erwin juga mengaku belum mengetahui usia bayi tersebut, sebab saat ini masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang. 

Baca Juga: Seluruh Pejabat Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Dinonaktifkan, Puluhan WNA China Jadi Korban Indikasi Pungli

"Belum diketahui, masih nunggu hasil autopsi dari rumah sakit berkah," tandasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.