Ramai Kabar Komeng Protes Ditempatkan Tidak Sesuai Skill di Komite II Bidang Hutan-Pertanian, Begini Penjelasan Ketua DPD

AKURAT BANTEN – Momen yang kurang diminati oleh sang komedian kondang Alfiansyah Bustami alias Komeng bahwa dirinya dipercaya menjadi anggota DPD-RI dapil Jawa Barat ditempatkan pada Komite II Bidang Kehutanan-Pertanian, sehingga menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna penetapan penugasan DPD, Rabu (9/10/2024).
Menurut Komeng, Dia bingung saat mendapat penugasan di komite II yang membidangi pertanian, padahal dirinya ingin diplot di komite III yang membidangi seni budaya.
Ketua DPD RI Sultan Najamudin mengungkap alasan anggota DPD RI dari Jawa Barat Alfiansyah Komeng ditugaskan di Komite II DPD RI alih-alih di Komite III yang berkaitan dengan seni budaya.
Komite II DPD RI merupakan alat kelengkapan DPD RI yang bersifat tetap dengan lingkup tugas pada pengelolaan sumber daya alam; dan pengelolaan sumber daya ekonomi lainnya.
Lingkup tugas Komite II sebagaimana dimaksud dilaksanakan dengan memperhatikan urusan daerah dan masyarakat mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perhubungan, kelautan, perikanan, hingga kehutanan.
Sultan menjelaskan keputusan itu berdasarkan masukan dan usulan dari para anggota DPD RI termasuk dari Jawa Barat yang menjadi konstituen Komeng.
"Ada senator Agita, senator Anya dan teman teman Jawa Barat ada Mbak Jihan Fahira. Sebenarnya prosesnya muncul dari bawah nih, teman-teman berempat berembuk," kata Sultan dalam rapat di Kompleks Parlemen, Rabu (9/10).
"Seharusnya senator Komeng bilang ini bidang saya, seni budaya. Nah tapi kan sudah telanjur masuk ke pimpinan dan kita ketok," sambungnya.
Akan tetapi, Sultan membuka peluang Komeng dapat berpindah menjadi Komite II di tahun depan. Ia menyebut akan ada keputusan baru jika diperlukan.
"Kalau seandainya sepakat. Atau belajar dulu Pak Komeng setahun, ikuti saja keputusan ini, tahun depan berubah," tutur dia.
Komeng pun sebelumnya sempat keberatan atas penugasan tersebut dan berharap ditempatkan di komite yang sesuai bidangnya.
Terlebih, kata dia, perlu waktu mempelajari bidang pertanian di Komite III yang belum pernah digandrungi sebelumnya.
"Tadi kan pimpinan bilang harus mempelajari dengan cepat. Pimpinan bisa mengarahkan saya, saya harus belajar," tutur dia.[**]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 6PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 7Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 8Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 9Akhirnya Liverpool Menang di Kandang! Gol Isak Bawa The Reds Bangkit, Rekor Buruk Anfield Terhenti
- 10MU Siapkan Revolusi Besar Jika Michael Carrick Dipecat, Rashford Bisa Jadi Korban Pertama Eddie Howe





