Misteri Tanjakan Pengantin di Kampung Tungku Cibadak

AKURAT BANTEN - Sekilas tanjakan pada ruas jalan Kabupaten Lebak, Banten, di Kampung Tungku, Desa Pasarkeong, Kecamatan Cibadak, terlihat biasa saja.
Namun siapa sangka, tanjakan jalan yang lokasinya di depan KUA Cibadak dan Kantor Desa Pasarkeong, itu terdapat peristiwa kelam, mobil yang ditumpangi oleh sepasang pengantin yang hendak menikah terguling. Pengantin tersebut tewas ditempat lantaran tergilas ban mobil.
Diceritakan Sopan Sopian, seorang anak dari mantan Kepala Desa Pasarkeong tahun 1980, yang didamping istrinya, Jum'at (29/12/2023) kepada Akurat Banten.
Dulu, tanjakan jalan Kampung Tungku begitu tajam hingga menukik. Kendaraan mobil yang membawa pengantin serta keluarganya mengalami kecelakaan terjungkal di tanjakan. Peristiwa kecelakaan tersebut menewaskan seorang pengantin perempuan.
"Setelah kejadian kecelakaan tersebut tidak ada yang berani lewat jalan itu kalau malam, mereka menunggu pagi atau siang baru mereka berani," ungkapnya.
- Baca Juga: Firli Bahuri Belum Ditahan, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto Tidak Berani?
- Baca Juga: Tenaga Honorer di Pandeglang Minta Jasanya Dibayar Setara UMK
- Baca Juga: Ngintip Hotel Murah Cuma Rp225.000 Berasa Nginap di Hotel Bintang Enam Fasilitas Lengkap Dengan View Gunung Cikuray
Ai Ida Widianingsih, menambahkan, menurut cerita warga yang melewati jalan tersebut pada malam hari, itu tidak jarang melihat penampakan sang pengantin yang meninggal saat kecelakaan mobil terjadi.
"Rumah saya kan berada di atas tanjakan jalan itu. Iya dulu nggak ada yang berani lewat kalau malam, warga pada takut. Nah, semenjak peristiwa itu lah tanjakan tersebut disebut 'Tanjakan Jalan Pengantin," katanya.
Ai juga menceritakan, saat kejadian kondisi jalan yang masih sepi dengan tanjakan yang tajam, belum ramai rumah, dan belum ada lampu penerangan jalan umum (PJU) seperti sekarang.
"Saat kejadian dulu, saya tidak berani keluar rumah sendirian apa lagi lewat jalan itu. Jalan ini dulu sepi gak seperti sekarang ramai, rumah juga jarang. Iya kalau orang tua dulu kan bisa jampi-jampi gitu," jelasnya
Nah dibacain apa gitu sama orang tua, warga jadi berani dan tidak lagi takut lewat jalan itu, apa lagi sekarang sudah ramai ada lampu PJU dan banyak rumah," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal









