Banten

Menanti Janji Jokowi Empat Tahun Hingga Air Mata Kering Untuk Warga Berdampak Bencana Lebak

Ratu Tiarasari | 19 Desember 2023, 17:33 WIB
Menanti Janji Jokowi Empat Tahun Hingga Air Mata Kering Untuk Warga Berdampak Bencana Lebak

AKURAT BANTEN - Empat tahun sudah peristiwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Lebak, Banten.

Bencana yang terjadi pada tahun 2020 itu memporak porandakan ribuan rumah warga di lima kecamatan, 10 orang warga tercatat meninggal dunia. Penyebab bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut diduga akibat adanya kegiatan pertambangan emas tanpa izin (Peti).

Peristiwa yang terjadi juga berdampak sedikitnya 19 sekolah mengalami kerusakan, 30 jembatan dan juga jalan. Akibat kerusakan jalan dan jembatan aktivitas warga menjadi lumpuh saat itu.

Dahsyatnya bencana menjadi perhatian semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah kabupaten, Provinsi tapi juga pemerintah pusat hingga Presiden RI Joko Widodo turun meninjau lokasi terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak pada Selasa (7/1/2020)

Tangisan kesedihan warga terdampak bencana pecah saat itu, begitu juga Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi. Keduanya, tidak lagi menghiraukan rasa lelah mereka terus berjibaku bagaimana kehidupan warganya yang terdampak bisa segera kembali pulih saat itu.

Sebagian warga terdampak bencana yang rumahnya mengalami kerusakan ringan, sudah bisa tersenyum. Namun, hingga jabatan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi habis, masih tersisa persoalan yang belum tuntas. Masih terdapat ratusan warga korban bencana yang belum nyaman, karena belum mendapat bantuan dari pemerintah.

"Empat tahun mereka terus bersabar menunggu bantuan yang dijanjikan pemerintah, tapi sampai saat ini belum juga datang. Kami berharap bantuan itu segera realisasi, kasihan warga saya masih banyak yang numpang di rumah saudaranya," kata Kepala Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong, Sayuti kepada Akurat Banten.

Sekda Lebak Budi Santoso menyatakan, lambat bantuan lantaran terkendala soal lahan saat itu. Ia menyebut, kepengurusan lahan kawasan untuk permukiman warga terdampak bencana hingga dua tahun.

"Sekarang ini sedang berproses, lahannya sudah selesai dan pemerintah sedang berupaya mencari bantuan pembangunan rumah warga terdampak," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama menyatakan, butuh anggaran Rp136 miliar untuk pembangunan 310 rumah warga korban bencana banjir dan longsor yang terjadi tahun 2020.

Menurut Febby, dari 310 rumah tersebut, sebanyak 94 rumah warga di Kecamatan Cipanas, dan 216 rumah warga korban bencana banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebakgedong.

"Kami sudah melakukan rapat dengan pak Pj Bupati Lebak salah satunya membahas soal nasib warga korban banjir dan tanah longsor di Kecamatan Cipanas dan Lebakgedong yang belum memiliki rumah," katanya, Kamis (7/12/2023) kepada Akurat Banten.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.