Banten

Mengintip Wisata Esek-esek Premium di Labuan Bajo, Sediakan PSK Mancanegara, Hingga Penikmat Pedofil dan Perawan

Noudhy Valdryno | 19 Desember 2023, 14:48 WIB
Mengintip Wisata Esek-esek Premium di Labuan Bajo, Sediakan PSK Mancanegara, Hingga Penikmat Pedofil dan Perawan

AKURAT BANTEN - Siapa yang tak tahu Labuan Bajo, sebuah destinasi wisata yang disebut sebagai surga tersembunyi di Indonesia di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Labuan Bajo yang salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas yang sedang dikembangkan pemerintah Indonesia ini merupakan gerbang menuju Taman Nasional Komodo yang menyimpan keindahan alam yang menakjubkan dan hewan purba yang mendunia.

Mulai dari hewan endemik komodo di Pulau Rinca dan Pulau Komodo, deretan pulau eksotis, keragaman hayati bawah laut, hingga pantai yang aduhai.

Namun, dibalik keindahan wisata yang lokasinya berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat (NTB) dipisahkan oleh Selat Sape ini, memiliki berbagai polemik.

Mulai dari banyaknya warga lokal yang termarginalkan, hingga wisata seks yang disediakan secara private di kawasan wisata premium tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina Lembaga Dan HAM PADMA Indonesia, Martinus Gabriel Goa yang mengaku mengetahui aktivitas wisata seks yang melibatkan perempuan Indonesia serta dari berbagai negara.

“Aktivitas prostitusi ini sangat tertutup di wisata Labuan Bajo sebagai wisata premium. Pekerja seks komersial (PSK) di sana mulai dari warga okl, wanita dari Amerika Latin, Maroko, Kazakhstan dan ada juga dari China,” ujar Martinus Gabriel Goa kepada Akurat Banten, Selasa (19/12/2023).

Menurut Martinus, semua aktivitas tersebut telah terorganisir dengan tujuan untuk memanjakan wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin merasakan sensasi berbeda dalam melampiaskan birahinya.

“Para tamu bebas memilih. Selain PSK dari berbagai negara, ada juga disediakan untuk penikmat seks pedofil hingga perawan semua disediakan dengan harga yang berbeda-beda,” ungkap Martinus.

Adapun Martinus mengetahui adanya warga Indonesia dari Kalimantan yang disamakan menjadi PSK asal China. Hal itu diketahuinya ketika salah satu keluarga menjemput untuk meninggalkan bisnis haram tersebut.

“Jadi waktu masa Covid-19 lalu, banyak saudara kita yang keluarganya menyelamatkan mereka karena bisa keluar. Seperti ada asal Kalimantan yang didandani layaknya gadis dari China. Mereka berhasil keluar dari banyaknya preman yang menjaga,” tuturnya.

Martinus pun mengaku sangat mendukung dengan wisata premium Labuan Bajo yang dianggap dapat berdampak pada perekonomian.

“Namun sungguh disayangkan jika wisata yang sudah bagus dikotori dengan bisnis haram tersebut, yang jika dibiarkan akan semakin ramai dan tak terkendali,” tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.