Banten

Operator SPBU Dikejar dan Diancam, Polisi Buru Pelaku yang Mengaku Aparat

Riski Endah Setyawati | 24 Februari 2026, 13:32 WIB
Operator SPBU Dikejar dan Diancam, Polisi Buru Pelaku yang Mengaku Aparat

Akurat Banten - Kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, kini tengah menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut diduga melibatkan seorang pria yang mengaku sebagai anggota kepolisian dan melakukan tindakan kekerasan terhadap petugas SPBU.

Pihak Polda Metro Jaya memastikan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kejadian ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa tim dari Polres Jakarta Timur bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum saat ini tengah mengusut secara menyeluruh insiden tersebut.

Ia menegaskan bahwa proses pendalaman tidak hanya fokus pada kronologi kejadian, tetapi juga pada identitas pelaku yang disebut-sebut mengaku sebagai aparat.

Menurutnya, jika nantinya terbukti bahwa pelaku benar merupakan anggota kepolisian aktif, maka proses penanganan akan dilanjutkan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk penindakan lebih lanjut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjaga integritas serta kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Radjo Alriadi Harahap juga menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan status pelaku.

Ia menyebutkan bahwa proses verifikasi masih berjalan untuk memastikan apakah pelaku benar anggota Polri atau hanya seseorang yang mengaku-ngaku demi kepentingan tertentu.

Pendalaman dilakukan bersama jajaran Reskrim Polres Metro Jakarta Timur untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peristiwa tersebut.

Baca Juga: Brutal di SPBU Cipinang, Operator Jadi Korban Gigi Patah Usai Diduga Dihajar Oknum Aparat

Di sisi lain, korban yang merupakan operator SPBU berinisial Lukman Hakim (19) mengungkapkan pengalaman mencekam yang dialaminya saat kejadian berlangsung.

Ia mengaku menjadi sasaran pemukulan hingga harus melarikan diri demi menyelamatkan diri dari ancaman yang terus dilontarkan pelaku.

Menurut pengakuannya, pelaku sempat mengejar dirinya hingga ke area belakang SPBU sambil mengucapkan ancaman serius yang membuat situasi semakin menegangkan.

Lukman menuturkan bahwa kejadian itu bermula ketika dirinya tengah bertugas pada sif malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Saat itu kondisi SPBU relatif normal dan tidak ada tanda-tanda akan terjadi keributan.

Namun situasi berubah ketika sebuah mobil datang untuk melakukan pengisian bahan bakar minyak.

Sebagai bagian dari prosedur, Lukman meminta barcode subsidi yang menjadi syarat pengisian BBM tertentu.

Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah menunggu beberapa saat, tetapi pengemudi belum juga menunjukkan kode tersebut.

Di tengah antrean kendaraan yang mulai memanjang, Lukman kemudian berinisiatif mempercepat proses dengan kembali meminta barcode sesuai aturan yang berlaku.

Namun, ketegangan mulai muncul ketika barcode yang ditunjukkan ternyata tidak sesuai dengan data kendaraan.

Meski pelat nomor kendaraan terlihat sama, data dalam sistem menunjukkan perbedaan jenis kendaraan yang tidak sesuai dengan yang digunakan saat itu.

Temuan tersebut memicu perdebatan yang kemudian berkembang menjadi tindakan kekerasan.

Baca Juga: Bukannya Menangis, Ibu Tiri Nizam Malah Tantang Netizen Kirim Uang Wakaf: Sok Pahlawan Kesiangan!

Insiden ini pun menjadi sorotan karena menyangkut dugaan penyalahgunaan identitas aparat untuk menekan petugas di lapangan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa siapa pun pelakunya akan diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap prosedur dalam penggunaan BBM subsidi serta perlindungan terhadap pekerja layanan publik.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai aparat tanpa identitas yang jelas.

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi lengkap sekaligus mengungkap identitas pelaku secara pasti.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.