Infrastruktur Desa Jadi Motor Ekonomi Warga, DPR Tekankan Pembangunan Harus Menyentuh Akar Rumput

Akurat Banten - Pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dinilai sebagai fondasi penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat karena manfaatnya dirasakan langsung oleh warga hingga ke lapisan terbawah.
Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo menegaskan bahwa desa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus pembangunan nasional, melainkan harus menjadi bagian utama dari kebijakan pembangunan yang berkeadilan.
Hal tersebut disampaikan Yanuar saat menghadiri Tasyakuran Realisasi Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah PISEW Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya BSPS serta penguatan Badan Usaha Milik Desa BUMDes dalam rangka peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Karangtawang Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.
Menurut Yanuar penyaluran berbagai program pemerintah pusat ke desa merupakan bukti bahwa pembangunan tidak lagi terpusat di perkotaan tetapi mulai diarahkan untuk memperkuat desa sebagai penopang ekonomi nasional.
“Alhamdulillah hari ini program dari kementerian sudah terealisasi dan harapannya bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa,” ujar Yanuar.
Ia menilai pembangunan yang adil adalah pembangunan yang mampu menjangkau desa secara nyata bukan hanya melalui kebijakan di atas kertas tetapi melalui infrastruktur yang bisa digunakan langsung oleh warga.
Yanuar menjelaskan bahwa infrastruktur desa memiliki peran strategis dalam membuka isolasi wilayah terutama melalui pembangunan akses jalan penghubung antardesa.
Salah satu program unggulan pemerintah pusat yang dinilai efektif adalah PISEW yang fokus pada peningkatan konektivitas wilayah pedesaan.
Dengan terbukanya akses jalan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan aktivitas ekonomi desa seperti pertanian perdagangan dan usaha mikro dapat berkembang lebih cepat.
Baca Juga: Gibran Minta Daerah Bertindak Tegas Usai Longsor Bandung Barat Terungkap Dugaan Alih Fungsi Lahan
“PISEW ini pada intinya membangun jalan penghubung antardesa supaya wilayah tidak terisolasi dan ketika akses terbuka ekonomi desa ikut bergerak,” katanya.
Di Desa Karangtawang program PISEW diwujudkan melalui pembangunan jalan rabat beton sepanjang kurang lebih 825 meter yang menghubungkan Desa Karangtawang dan Desa Karangpakis.
Pembangunan jalan tersebut didukung anggaran sekitar Rp500 juta yang bersumber dari APBN melalui aspirasi DPR.
Selain pembangunan jalan program BSPS juga disalurkan kepada 24 kepala keluarga dengan nilai bantuan Rp20 juta per unit rumah guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Yanuar juga menyebutkan bahwa BUMDes Lestari Desa Karangtawang mendapatkan dukungan penguatan modal usaha sebesar Rp35 juta dari pemerintah pusat.
“Penguatan BUMDes penting agar desa memiliki kemandirian ekonomi dan mampu mengelola potensi lokal secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Karangtawang Sutarno menyampaikan bahwa jalan penghubung antardesa tersebut sebelumnya dibangun melalui program PNPM pada 2008.
Ia mengatakan kondisi jalan tersebut sudah rusak parah selama bertahun-tahun sehingga menghambat aktivitas masyarakat sebelum akhirnya diperbaiki melalui program PISEW.
“Jalan ini dibangun sejak 2008 dan sudah lama rusak Alhamdulillah sekarang diperbaiki lewat aspirasi APBN dengan kondisi yang jauh lebih layak,” kata Sutarno.
Menurutnya keberadaan jalan tersebut sangat vital karena menjadi jalur utama mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Sutarno mengungkapkan bahwa perbaikan jalan membawa dampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas serta peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat desa.
“Dulu akses sulit dan jarang dilewati sekarang jalannya bagus masyarakat senang dan ekonomi jadi lebih lancar,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang agar konektivitas wilayah semakin kuat.
“Dengan infrastruktur yang baik kami berharap pembangunan dan hubungan antarwilayah desa bisa terus meningkat ke depan,” kata Sutarno.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







