Menkes Bagikan 1.028 Alat Kesehatan Modern, Percepat Penanganan Jantung dan Stroke di Daerah

Akurat Banten - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh pelosok negeri.
Kali ini, fokus utama adalah mempercepat penanganan penyakit jantung dan stroke yang selama ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Dalam keterangannya, Budi mengumumkan rencana distribusi 514 unit CT Scan serta 514 Cathlab (Catheterization Laboratory) untuk rumah sakit daerah di luar Pulau Jawa.
"Pembagian alat canggih ini bukan sekadar program, melainkan langkah nyata pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan layanan cepat tanpa harus menunggu terlalu lama," ujarnya.
Pernyataan itu ia sampaikan pada rapat daring bersama jajaran Pemerintah Aceh, yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir dan turut dihadiri Plh Direktur RSUD dr. Zainoel Abidin, dr. Arifatul Khorida.
Budi menekankan bahwa ketersediaan alat canggih tersebut akan mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke rumah sakit besar di kota lain.
Baca Juga: Ishiba Lepas Jabatan Perdana Menteri Jepang, Singgung Isu Tarif dengan AS
“Ini bukan proyek mercusuar, ini program penyelamatan nyawa,” tegasnya.
Dengan adanya alat tersebut, pasien yang mengalami serangan stroke atau gangguan jantung dapat segera ditangani di rumah sakit daerah tanpa kehilangan waktu emas yang sering kali menentukan hidup dan mati.
Selain infrastruktur alat, Budi juga meminta pemerintah daerah menyiapkan tenaga medis yang mumpuni.
Ia menyinggung pentingnya ketersediaan dokter spesialis saraf dan jantung serta fasilitas pendukung di setiap rumah sakit penerima alat.
"Kami bahkan siap memberikan beasiswa kepada putra-putri terbaik Aceh agar mereka bisa melanjutkan pendidikan kedokteran spesialis, lalu kembali mengabdi di tanah kelahiran," katanya.
Khusus untuk Aceh, Budi berharap RSUD dr. Zainoel Abidin bisa menjadi rumah sakit rujukan utama yang mampu menangani berbagai kasus medis tanpa harus mengirim pasien ke luar daerah.
“Semua layanan kesehatan harus tersedia di sini, dan Kemenkes siap mendukung baik dari sisi alat maupun peningkatan kualitas SDM,” ujar Budi.
Langkah ini disambut positif oleh pemerintah daerah.
Sekda Aceh M. Nasir menyatakan siap menindaklanjuti arahan Menkes, termasuk menyiapkan tenaga medis dan gedung untuk penempatan alat canggih tersebut.
Dengan program ini, masyarakat di Tanah Rencong diharapkan bisa lebih cepat mendapat penanganan darurat medis, terutama kasus kritis yang selama ini membutuhkan waktu panjang untuk rujukan.
Pemerintah pusat menilai kecepatan layanan kesehatan merupakan faktor vital dalam menekan angka kematian dan kecacatan akibat penyakit kardiovaskular.
Kehadiran ratusan alat kesehatan modern ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia.
Tak hanya soal teknologi, pemerintah juga menekankan pentingnya komitmen sumber daya manusia medis agar program tersebut berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara pusat dan daerah, Budi optimistis layanan kesehatan di daerah akan semakin setara dengan kota besar.
“Harapan kami, masyarakat tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Semuanya bisa diakses lebih cepat di daerah masing-masing,” pungkas Menkes.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








