Banten

Bakal Demo Gelombang Dua, Warga Pati Desak Bupati Sudewo Dimakzulkan

Andi Syafrani | 18 Agustus 2025, 15:04 WIB
Bakal Demo Gelombang Dua, Warga Pati Desak Bupati Sudewo Dimakzulkan

AKURAT BANTEN - Suasana politik di Kabupaten Pati kembali memanas. Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada Senin, 25 Agustus 2025. Ribuan massa diperkirakan turun ke jalan untuk mendesak DPRD segera memakzulkan Bupati Sudewo dari jabatannya.

Menurut Koordinator Aksi, Ahmad Husein, unjuk rasa kali ini akan jauh lebih besar dibandingkan dengan aksi sebelumnya pada 13 Agustus lalu. Titik utama aksi dipusatkan di depan kantor DPRD Pati, dengan estimasi jumlah peserta mencapai dua kali lipat dari demo pertama.

Baca Juga: Terpidana Kasus Kematian Dini Sera, Ronald Tannur Dapat Remisi 4 Bulan di Momen HUT RI ke-80

"Iya, besok kita fokuskan di depan kantor DPRD. Tuntutan kami jelas, segera makzulkan Bupati Sudewo. Jangan ada lagi alasan memperlambat hak angket," tegas Husein saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, demo kali ini tidak hanya sekadar unjuk rasa biasa. Aliansi juga akan membuka dua posko khusus, yaitu posko pengawalan proses hak angket DPRD serta posko pengaduan masyarakat.

Posko tersebut diprioritaskan untuk menampung laporan dari warga yang merasa dirugikan oleh kebijakan bupati maupun korban kekerasan aparat pada aksi sebelumnya.

Baca Juga: Tragedi Kebakaran Sumur Minyak di Blora: Dua Orang Tewas, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi

Gelombang protes terhadap Bupati Sudewo memang terus menguat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perizinan usaha, disebut-sebut sebagai pemicu utama. Kondisi itu semakin memanaskan situasi setelah aksi 13 Agustus lalu sempat berakhir ricuh.

Banyak warga mengaku kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Sudewo. Mereka menilai bupati gagal menjalankan amanah dan justru membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat kecil.

Beberapa organisasi masyarakat juga ikut menyatakan dukungan terhadap langkah aliansi untuk mendesak DPRD segera menggunakan hak angket.

Baca Juga: Mentan Amran Targetkan Swasembada Pangan 2025, Hadiah Kemerdekaan untuk Indonesia

Sementara itu, DPRD Pati hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan pemakzulan tersebut.

Namun, sejumlah anggota dewan dari fraksi oposisi menyebut sudah ada pembicaraan awal terkait rencana pembentukan panitia angket. Jika proses ini berjalan, bukan tidak mungkin posisi Bupati Sudewo benar-benar berada di ujung tanduk.

Baca Juga: Kuasa Hukum Wakasek SMPN 23 Kota Tangerang, Bantah Dugaan Pelecehan, Sebut Laporan Fitnah dan Janggal

Di sisi lain, aparat kepolisian dan TNI dilaporkan sudah melakukan persiapan pengamanan menjelang aksi besar besok. Ratusan personel diperkirakan diterjunkan untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Polisi juga mengimbau massa aksi agar menjaga ketertiban dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.

Masyarakat Pati kini menunggu bagaimana dinamika aksi besok akan berlangsung. Apakah desakan massa berhasil mendorong DPRD mempercepat langkah politik untuk melengserkan Sudewo, atau justru kembali menemui jalan buntu seperti aksi sebelumnya. Yang jelas, tensi politik di Pati dipastikan masih jauh dari kata reda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC