Banten

Mentan Amran Targetkan Swasembada Pangan 2025, Hadiah Kemerdekaan untuk Indonesia

Andi Syafrani | 18 Agustus 2025, 14:45 WIB
Mentan Amran Targetkan Swasembada Pangan 2025, Hadiah Kemerdekaan untuk Indonesia

AKURAT BANTEN - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di halaman Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Minggu (17/8/2025), berlangsung dengan nuansa penuh semangat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak hanya memimpin upacara, tetapi juga menyampaikan keyakinannya bahwa tahun ini Indonesia bisa mencapai swasembada pangan, sebuah mimpi besar yang selama puluhan tahun dikejar bangsa ini.

Baca Juga: Kuasa Hukum Wakasek SMPN 23 Kota Tangerang, Bantah Dugaan Pelecehan, Sebut Laporan Fitnah dan Janggal

Amran menyebut, momen kemerdekaan bukan sekadar seremoni, melainkan kesempatan untuk membangkitkan semangat kolektif dalam mewujudkan kemandirian pangan. Menurutnya, target swasembada tak lagi sebatas wacana jangka panjang, tetapi sudah berada di depan mata.

“Kita jadikan HUT ke-80 ini sebagai momentum lompatan besar. Insyaallah tahun ini kita bisa merebut swasembada pangan, dan itu akan menjadi hadiah kemerdekaan untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegas Amran dalam sambutannya.

Baca Juga: Pemerintah Bayarkan Iuran BPJS Kesehatan 146 Juta Jiwa di 2026, Sri Mulyani Sebut Anggaran Capai Rp69 Triliun

Optimisme ini lahir bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pertanian mengalami transformasi signifikan. Pemerintah mempercepat distribusi pupuk, memperluas akses teknologi modern, hingga membuka lahan baru untuk meningkatkan produksi.

Langkah-langkah ini, kata Amran, menjadi fondasi penting agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan pangan pokok.

Baca Juga: Viral Dugaan 3 WNI yang Nyaris Diculik Oknum Perdagangan Orang di Kamboja, Mulanya Dijanjikan Kerja Resto

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja kementerian, melainkan berkat dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto serta ketekunan para petani di seluruh pelosok negeri.

Dari sawah di Jawa, ladang jagung di Sulawesi, hingga perkebunan di Papua, para petani disebutnya sebagai “pahlawan pangan” yang menjaga dapur bangsa tetap mengepul.

Baca Juga: Fakta Terkini Pendaki Tewas di Kawasan Puncak Bawakaraeng dalam Rangka Peringati HUT RI ke-80

Lebih jauh, Amran menekankan bahwa swasembada bukan sekadar bicara soal angka produksi beras atau jagung. Lebih dari itu, ini soal kedaulatan sebuah bangsa.

Menurutnya, negara yang merdeka sepenuhnya adalah negara yang mampu menyediakan makanan untuk rakyatnya sendiri tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri.

Ia juga memberi perhatian khusus pada generasi muda yang kini mulai menaruh minat pada sektor pertanian. Fenomena anak muda yang terjun ke dunia tani dianggap sebagai tanda baik, karena mereka membawa cara pandang baru: menjadikan pertanian sebagai bisnis modern yang berorientasi teknologi, efisien, dan berdaya saing global.

Baca Juga: Rayakan Kemerdekaan, Ratusan Pendaki Bentangkan Merah Putih Panjang di Gunung Haseupan

“Petani muda adalah harapan kita. Dengan kreativitas mereka, pertanian bisa naik kelas. Kita bisa melihat pertanian bukan hanya sebagai tradisi, tapi sebagai industri yang menjanjikan,” ujar Amran penuh keyakinan.

Di sisi lain, pengamat menilai target swasembada pangan di 2025 memang ambisius, namun bukan mustahil.

Tantangan terbesar yang harus dijawab adalah konsistensi pasokan pupuk, adaptasi terhadap perubahan iklim, serta keberlanjutan dukungan infrastruktur di daerah. Jika itu bisa diatasi, mimpi Indonesia berdikari di sektor pangan bukan sekadar slogan.

Baca Juga: Kado Istimewa di Hari Merdeka, Ratusan Warga Binaan Lapas Serang Pulang Lebih Cepat

Amran menutup pidatonya dengan harapan besar: capaian swasembada pangan bisa menjadi persembahan terindah bagi bangsa di usia kemerdekaan ke-80.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” pungkasnya, disambut tepuk tangan para peserta upacara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC