Banten

Proyek Raksasa Hilirisasi dan Energi Siap Digarap, Total Investasi Capai Rp600 Triliun Lebih

Andi Syafrani | 22 Juli 2025, 17:51 WIB
Proyek Raksasa Hilirisasi dan Energi Siap Digarap, Total Investasi Capai Rp600 Triliun Lebih

AKURAT BANTEN - Pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya dalam mempercepat hilirisasi industri dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Kali ini, sebanyak 18 proyek strategis siap ditawarkan ke investor dengan total nilai investasi yang fantastis, mencapai USD38,69 miliar atau setara dengan sekitar Rp618,3 triliun.

Baca Juga: Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Dihentikan, 16 Korban Masih Hilang di Laut Selat Bali

Ketua Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut saat ini masih berada dalam tahap pra-kelayakan atau pra-feasibility study (pra-FS).

Meski belum masuk tahap final, proyek ini dinilai sudah cukup matang untuk dilirik investor, dan penyempurnaannya akan dilanjutkan oleh lembaga investasi negara, Danantara (Daya Anagata Nusantara), yang kini dipimpin oleh Rosan Roeslani.

Baca Juga: Gegara Sakit Hati, Tiga Pelaku Pembunuhan Wanita di Cisauk Terancam Hukuman Mati

"Namanya juga pra-FS, tentu belum sempurna. Tapi kerangka dan potensi dasarnya sudah kuat. Penyempurnaan lebih lanjut akan dilakukan oleh Danantara," ujar Bahlil dalam acara penyerahan dokumen pra-studi kelayakan di Jakarta, Selasa, 22 Juli 2025.

Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menekankan bahwa proses perencanaan proyek-proyek ini bukan sekadar hitungan atas kertas.

Ia menjelaskan bahwa timnya telah melakukan diskusi teknis secara intens, melibatkan banyak pihak, serta melakukan kunjungan langsung ke lokasi proyek untuk memastikan semuanya realistis dan feasible.

Baca Juga: Geger! Satpam Ditemukan Tewas di Apartemen Kemang, Polisi Selidiki Dugaan Kejanggalan

Dari total 18 proyek tersebut, delapan di antaranya berasal dari sektor mineral, termasuk nikel, tembaga, dan bauksit. Lalu ada dua proyek yang berfokus pada transisi energi, seperti pengembangan energi baru dan terbarukan.

Selain itu, dua proyek lainnya difokuskan pada ketahanan energi nasional, tiga proyek di sektor pertanian, serta tiga proyek di sektor strategis lainnya seperti manufaktur dan logistik.

Baca Juga: Sama-sama Tak Terima Vonis Tom Lembong, Kejagung Juga Siap Tempuh Jalur Banding

Pemerintah menargetkan proyek-proyek ini bisa menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan pembuka peluang kerja dalam skala besar. Bila semuanya berjalan sesuai rencana, setidaknya ada potensi terciptanya 300 ribu lapangan kerja baru di berbagai daerah yang menjadi lokasi pengembangan.

Langkah ini juga sejalan dengan misi Presiden Prabowo untuk mendorong hilirisasi dan tidak lagi hanya mengandalkan ekspor bahan mentah.

Pemerintah berharap keberadaan proyek-proyek ini bisa menarik minat investor dalam dan luar negeri, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: Tuntutan Mati untuk Kopda Bazar, Kasus Penembakan Polisi Guncang Citra TNI

Dengan skema kerja sama investasi jangka panjang dan dukungan penuh dari Danantara sebagai pengelola dana negara, Bahlil optimistis bahwa dalam beberapa tahun ke depan, proyek-proyek ini akan menjadi tulang punggung baru dalam perekonomian nasional yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC