Heboh Dugaan Penembakan Warga Sipil di Gaza, Israel Ngotot Tak Ada Perintah Tembak Pengungsi

AKURAT BANTEN - Situasi di Gaza makin memanas, bukan cuma karena konflik bersenjata yang tak kunjung reda, tapi juga karena laporan yang bikin geger publik internasional.
Media Israel, Haaretz, menerbitkan laporan investigatif yang menyebut sejumlah prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mendapat instruksi untuk menembaki kerumunan warga Palestina yang mendekati lokasi distribusi bantuan.
Parahnya lagi, dalam laporan itu disebutkan, warga yang jadi sasaran tidak melakukan provokasi atau ancaman apa pun.
Haaretz bahkan menggambarkan jalur menuju bantuan sebagai “ladang pembantaian”. Beberapa saksi dan prajurit menyebut pasukan Israel menembak warga sipil tanpa alasan jelas.
Ada pula laporan soal tembakan artileri yang diarahkan ke kerumunan, dan operasi ini disebut-sebut secara internal dengan kode “Salted Fish”. Publik dunia pun langsung ramai, mempertanyakan etika dan kemanusiaan dalam operasi militer Israel.
Menanggapi tudingan ini, pihak militer Israel tidak tinggal diam. Dalam pernyataan resmi, IDF membantah keras seluruh isi laporan tersebut.
Mereka menegaskan bahwa tindakan pasukan di lapangan selalu mengikuti aturan hukum internasional dan tidak ada kebijakan yang memperbolehkan penembakan terhadap warga sipil yang tak bersenjata.
Baca Juga: Gelar Party di Malam 1 Muharram, Clique Bar and Kitchen Abaikan Peraturan Wakil Bupati Tangerang
“Kami tidak pernah mengeluarkan perintah untuk menargetkan warga sipil, apalagi mereka yang sedang mencari bantuan,” kata juru bicara militer Israel, dikutip CNN pada Jumat, 27 Juni 2025.
Menurut IDF, seluruh operasi militer yang berlangsung di wilayah konflik selalu berada dalam pantauan ketat dan melewati evaluasi berkala untuk memastikan risiko korban sipil bisa ditekan semaksimal mungkin. Mereka juga menyebut laporan tersebut sebagai tudingan yang berpotensi menyesatkan dan mengaburkan realita situasi di lapangan.
Baca Juga: Brimob Turun Tangan, Semangat Gotong Royong Bangkit Pascakebakaran di Kwitang
Pihak militer menambahkan bahwa medan konflik di Gaza sangat rumit. Tidak jarang, kata mereka, milisi bersenjata menyatu dalam kerumunan sipil untuk melancarkan serangan dadakan. Dalam kondisi seperti itu, tentara harus mengambil keputusan cepat untuk melindungi diri dan rekan mereka di lapangan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant turut angkat bicara. Mereka menyebut laporan Haaretz sebagai fitnah keji terhadap tentara Israel yang selama ini, menurut mereka, justru menjaga standar moral tinggi dalam menjalankan tugas.
Baca Juga: Kisruh Warisan Berujung Penganiayaan, Wanita di Depok Babak Belur Dikeroyok Sepupu Sendiri
“Ini adalah kebohongan keji yang dirancang untuk mencoreng citra IDF. Kami bangga dengan pasukan kami—mereka adalah tentara paling bermoral di dunia,” ujar keduanya dalam pernyataan bersama.
Namun, data dari Kementerian Kesehatan Palestina menunjukkan sisi kelam yang tak bisa diabaikan begitu saja. Sejak 27 Mei 2025, lebih dari 500 warga Palestina tewas saat mencoba mendekati pusat bantuan. Relawan kemanusiaan dan petugas medis menyebut bahwa suara tembakan hampir selalu terdengar di sekitar lokasi distribusi setiap harinya.
Baca Juga: Kontroversi Claude, Anthropic Dituding Hancurkan Buku Demi Kecerdasan Buatan
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Gaza bukan hanya zona konflik, tapi juga krisis kemanusiaan yang genting. Banyak warga sipil yang berada di tengah situasi tanpa kepastian—berusaha bertahan hidup, tapi justru menjadi korban dalam pusaran konflik.
Seruan agar dibentuk tim investigasi internasional pun makin kuat, demi memastikan ada transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tindakan militer di lapangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






