Kisruh Warisan Berujung Penganiayaan, Wanita di Depok Babak Belur Dikeroyok Sepupu Sendiri

Akurat Banten - Perselisihan soal harta warisan kembali memakan korban.
Kali ini, seorang wanita berinisial ISZ harus mengalami luka fisik dan trauma psikologis usai dianiaya oleh dua perempuan yang tak lain adalah adik sepupunya sendiri.
Insiden memilukan ini terjadi di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.
Menurut keterangan Kasubid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, ISZ tengah berkumpulbersama keluarga besarnya untuk membahas persoalan warisan peninggalan orang tua.
Namun, suasana yang seharusnya menjadi ajang musyawarah berubah menjadi ajang kekerasan, setelah terjadi perdebatan sengit antara korban dan dua pelaku yang berinisial NB dan EK.
Baca Juga: Longsor Lumpuhkan Jalur Garut-Tasik, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup demi Kelancaran Arus
"Korban dan kedua pelaku ini masih memiliki hubungan keluarga, yakni adik sepupu. Namun saat pembahasan soal harta warisan, terjadi adu argumen terkait utang orang tua pelaku kepada orang tua korban," jelas Reonald.
NB dan EK disebut meminta agar utang orang tua mereka diikhlaskan oleh ISZ.
Sayangnya, permintaan itu ditolak. ISZ menegaskan bahwa ia tidak bisa begitu saja mengikhlaskan utang yang menurutnya masih menjadi tanggungan moral maupun material keluarga pelaku.
Perdebatan pun kian memanas hingga berujung pada aksi kekerasan.
ISZ dikeroyok oleh kedua sepupunya yang memukul dengan tangan kosong secara membabi buta.
Baca Juga: Longsor Lumpuhkan Jalur Garut-Tasik, Polisi Terapkan Sistem Buka Tutup demi Kelancaran Arus
"Korban ini dipukul berkali-kali di bagian muka, leher, dan pundak hingga akhirnya dapat dipisahkan oleh anggota keluarga lain yang berada di lokasi," tambah Reonald.
Tak hanya dipukul, korban juga mengalami luka cakaran di beberapa bagian tubuh seperti tangan, paha, serta dahi.
Wajah korban pun memar, terutama di area mata, hidung, dan bibir atas. Ia juga mengeluhkan rasa sakit di kepala dan tubuhnya akibat penganiayaan tersebut.
Merasa tidak terima atas tindakan kekerasan tersebut, ISZ langsung melapor ke Polres Metro Depok.
Baca Juga: Tak Perlu Bingung Lagi! Atur Gaya Harian Lewat Aplikasi Digital Closet
Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menindaklanjuti laporan korban.
Kasus ini menjadi cerminan getir bagaimana sengketa warisan dapat merusak hubungan darah dan mencoreng nilai kekeluargaan.
Pihak berwajib diharapkan dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik










