Polisi Tangani Kasus Penipuan Biro Perjalanan Umrah Bodong di Banten

AKURAT BANTEN - Polsek Cikande, Kabupaten Serang, Banten, kini tengah menangani kasus penipuan yang melibatkan biro perjalanan umrah bodong yang merugikan puluhan warga.
Para korban, yang berasal dari berbagai daerah di Banten, termasuk Kabupaten Lebak, Pandeglang, Cilegon, dan Serang, telah kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah setelah dijanjikan perjalanan ibadah umrah yang ternyata hanya tipu daya.
Kapolsek Cikande, AKP Tatang, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari korban dan segera mengambil langkah penyelidikan.
"Kami sudah menerima laporan dari salah satu korban, dan kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar AKP Tatang kepada media.
Baca Juga: Tak Sampai Mekah untuk Ibadah, Warga Banten Tertipu Biro Umrah Luntang-lantung di Hotel Tangerang
Polisi telah memeriksa empat orang saksi yang merupakan korban penipuan, serta satu saksi lainnya yang terkait dengan kasus ini.
Pihak kepolisian juga telah mengidentifikasi pelaku berinisial RF, yang diduga bertanggung jawab atas penipuan tersebut.
"Identitas pelaku sudah kami kantongi, dan saat ini kami sedang melakukan pengejaran," tambah AKP Tatang.
Kasus ini bermula ketika RF, yang mengelola biro perjalanan umrah, menjanjikan perjalanan ibadah gratis kepada sejumlah tokoh agama dan Kyai di Banten.
Baca Juga: Proyek di Sungai Calingcing Kota Serang Bikin Warga Sengsara, Ombudsman Banten Segera Tindak Lanjuti
Namun, setelah beberapa korban mengajak keluarga dan kerabat dekat, mereka diminta untuk membayar biaya visa yang sangat tinggi. Bahkan, beberapa korban diminta untuk membayar uang dalam jumlah besar, antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per orang, dengan janji akan diberangkatkan pada Januari 2025.
Namun, keberangkatan umrah yang dijanjikan tidak pernah terwujud, bahkan dua kali mengalami penundaan.
Para korban yang terjebak dalam penipuan ini akhirnya menyadari bahwa mereka telah ditipu setelah mereka mendapati bahwa pelaku menghilang dan nomor kontaknya tidak dapat dihubungi.
Saat ini, pihak kepolisian terus berupaya untuk menangkap RF, yang diduga telah melarikan diri.
Sebelumnya diberitakan, Puluhan warga dari berbagai daerah di Provinsi Banten, termasuk Kabupaten Lebak, Pandeglang, Cilegon, dan Serang, dilaporkan menjadi korban penipuan biro perjalanan umrah yang diduga bodong.
Mereka dikabarkan telah mengeluarkan uang hingga puluhan juta rupiah, kini hanya bisa gigit jari setelah perjalanan ibadah yang dijanjikan malah kandas di tengah jalan, tanpa kejelasan.
Salah satu korban bercerita, awalnya mereka dijanjikan perjalanan umrah gratis oleh seorang pelaku berinisial RF, yang dikenal sebagai pengelola biro perjalanan.
RF mengajak sejumlah tokoh agama dan Kyai di wilayah Lebak dan Pandeglang untuk berangkat umrah dengan biaya ditanggung, namun dengan syarat mereka membawa serta keluarga dan kerabat dekat.
"Awalnya kami diberi janji umrah gratis, namun di tengah perjalanan kami diminta untuk mengajak saudara dan teman-teman, dan akhirnya semuanya menjadi berbayar," ujar salah satu korban yang juga Kyai di Kabupaten Lebak.
Setelah mengajak jamaah lain, para Kyai yang sebelumnya dijanjikan gratis akhirnya diberitahu bahwa mereka harus membayar biaya visa yang cukup besar, dengan nominal antara Rp10 juta hingga Rp12 juta.
"Kami yang awalnya dijanjikan gratis malah diminta untuk membayar visa, dan biaya yang diminta sangat tinggi," lanjutnya.
Dia juga mengatakan, hal serupa dialami korban lainnya karena mereka diminta menyetorkan uang antara Rp20 juta hingga Rp30 juta per orang pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025, yang dikirim ke rekening milik RF.
Baca Juga: Skandal Dugaan Korupsi Bank BJB: Anggaran Iklan Rp406 M, Direalisasikan Rp100 M
Namun, setelah uang dibayar, keberangkatan umrah yang semula dijadwalkan, dua kali mengalami penundaan, dan hingga kini, nasib mereka masih belum jelas.
"Awalnya jadwal berangkat tanggal 21 Januari 2025, tapi batal," katanya
Karena alasan tersebut, keberangkatan mereka ke tanah suci pun kembali gagal. Kemudian, kata R Pada 27 Februari 2025.
Sebanyak 30 orang calon jamaah yang sudah membayarkan uang diundang untuk datang ke salah satu hotel di Tangerang dan dijanjikan untuk berangkat.
Baca Juga: PWI Serang Raya Gelar Doa, Santunan, dan Buka Bersama untuk Anak Yatim di Bulan Ramadan
"Kemudian dijadwalkan ulang tangga 27 Januari, tapi batal lagi alasannya tiket mahal," cetusnya.
Kemudian karena gagal berangkat lagi, jamaah tersebut menginap di hotel yang sebelumnya menjadi tempat bertemu dengan RF sesuai dengan undangannya.
Pada malam pertama, para jemaah tidak mencurigai adanya kejanggalan dari agen travel milik RF.
Tetapi, kepercayaan itu mulai berubah berangsur hari demi hari, hingga di hari ke 4 mereka baru menyadari sedang dipermainkan karena nomor telepon RF ternyata sudah tidak bisa dihubungi.
Baca Juga: Ramadan Penuh Berkah, Celine Evangelista Menangis Haru Cium Hajar Aswad Saat Umrah
"Pihak hotel menanyakan soal pembayaran kamar ternyata baru dibayar satu malam doang. Akhirnya calon jamaah mulai sadar kalau mereka ternyata ditipu," ungkapnya.
Kemudian, setelah itu karena kehabisan bekal, para jemaah meminta keluarga masing-masing untuk menjemput ke hotel tersebut di Tangerang.
"Karena kehabisan bekal mereka minta dijemput keluarga masing-masing pulang," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 220.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 5Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo
- 6Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 7Gibran Terancam Kehilangan Kursi Wapres? Pakar Hukum Minta DPR Segera Bertindak
- 8Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 9Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 10Chelsea Serius Kejar Alex Scott, Siapkan Dana Rp2,18 Triliun untuk Boyong Gelandang Bournemouth




