OPM Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Ancam Bakar Sekolah yang Masih Jalankan

AKURAT BANTEN - Konflik antara pemerintah dan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali mencuat dengan adanya penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua.
OPM berpendapat bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah upaya pemerintah untuk meracuni generasi muda di Papua.
Mereka juga menuding bahwa makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis ini mengandung racun.
Baca Juga: Dede Yusuf Usulkan Honorer yang Sudah Bekerja 10 Tahun, Bisa Langsung Diangkat PNS Tanpa Tes
Ancaman pembakaran sekolah dan intimidasi terhadap guru dan siswa menjadi bukti nyata dari upaya OPM untuk menggagalkan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa program MBG akan terus berjalan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia, termasuk di Papua.
Baca Juga: Pembangunan Proyek IKN Terancam Mangkrak, Anggaran Masih Diblokir Menteri Keuangan
Untuk mengatasi ancaman tersebut, pemerintah telah meningkatkan pengamanan di daerah-daerah yang menjadi sasaran OPM.
TNI dan Polri bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan pelaksanaan program MBG.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Hariyanto, menegaskan bahwa fasilitas pendidikan di daerah rawan OPM menjadi perhatian serius demi keamanan guru dan siswa.
Baca Juga: Siaga Api Sejak Dini! Ratusan Anak TK di Sobang Ikuti Sosialisasi Pengenalan pemadam kebakaran
Penolakan terhadap program MBG berdampak negatif bagi masyarakat Papua, terutama anak-anak.
Stunting yang masih menjadi masalah serius di Papua dapat dicegah dengan program seperti MBG.
Selain itu, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok separatis juga dapat mengganggu stabilitas keamanan dan pembangunan di daerah tersebut.
Dengan adanya MBG diharapkan meningkatkan asupan gizi anak, terutama di daerah terpencil seperti Papua.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!







