Banten

SGU Siap Bersaing di Era Digital dengan Prodi DCMA

Noudhy Valdryno | 23 November 2024, 18:46 WIB
SGU Siap Bersaing di Era Digital dengan Prodi DCMA

AKURAT BANTEN - Swiss German University (SGU) meluncurkan sebuah program studi (Prodi) baru, yakni Digital Communication and Media Arts (DCMA) yang telah diresmikan pada Sabtu, (23/11/2024).

Dalam acara peluncuran Prodi DCMA di SGU yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan ini, dihadiri pakar industri komunikasi digital dari Kementerian Komunikasi dan Digitalitasi (Komdigi), Donny B.U., Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan konten kreator ternama yakni Reza Nangin.

Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Komunikasi SGU, Nila Krisnawati menjelaskan, kehadiran program studi DCMA di SGU ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga profesional yang terampil di bidang komunikasi digital, produksi konten kreatif, serta integrasi teknologi. 

Baca Juga: 3 Fakta Terbaru di Sidang Praperadilan Tom Lembong, Eks Mendag RI Ungkap Masalah Kasus Impor Gula Tak Jelas!

Sebab era saat ini, revolusi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam aspek komunikasi, konsumsi informasi dan berinteraksi sosial. Kehadiran teknologi internet, kecerdasan buatan (AI) serta big data menjadi tantangan sekaligus potensi baru di bidang komunikasi media.

"Konsentrasi DCMA bertujuan membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dan pola pikir inovatif, sehingga mereka siap bersaing di dunia komunikasi dan media digital yang terus berkembang," ujar Nila.

Menurut Nila, DCMA ini berfokus pada strategic communication (SC) serta menawarkan program dual degree dengan Ming Chuan University (MCU) yang terletak di Taipei, Taiwan.

Baca Juga: Sustainability Bond Bank BJB Banjir Peminat, Oversubscribed Hampir 5 Kali Lipat

"MCU merupakan universitas Asia pertama yang diakreditasi di Amerika Serikat dalam program studi Journalism and Mass Communication (JMC)," jelasnya. 

"Harapan kami dengan membuka dual degree ini memberikan penguatan terhadap kualitas pembelajaran digital communication dan memberikan kesempatan emas untuk bisa melakukan pengembangan," sambung Nila. 

Sementara, Kepala Program Studi GSC Loina Lalolo Krina Perangin-angin mengaku, program studi DCMA ini sangat penting, mengingat penetrasi internet pada tahun 2024 di Indonesia mencapai 79,5% atau sekitar 210 juta orang, dengan 60% di antaranya aktif di media sosial.

Baca Juga: Mendes, APH, Apdesi Hingga Kades Diduga Politisasi Pilkada Banten, Haris Azhar: Kami Punya Data Dugaan Intervensi Menangkan Paslon Tertentu

"Hal ini menjadikan Indonesia peringkat keempat di dunia dalam hal penggunaan digital," kata Loina.

Loina mengklaim, SGU menjadi salah satu kampus yang telah menjadikan aspek digital communication sebagai sebuah program studi.

Prodi DCMA di SGU ini menawarkan skema pembelajaran kurikulum 2+2 yang artinya, mahasiswa akan mengikuti perkuliahan di SGU selama 2 tahun awal dan seterusnya akan mengikuti pembelajaran di Ming Chuan University, Taiwan.

Baca Juga: Mendes, APH, Apdesi Hingga Kades Diduga Politisasi Pilkada Banten, Haris Azhar: Kami Punya Data Dugaan Intervensi Menangkan Paslon Tertentu

"Mahasiswa akan mengikuti kelas berbahasa Inggris sepenuhnya, memanfaatkan fasilitas media labs modern, dan mempelajari bidang-bidang utama seperti Digital Content Creation, Media Psychology, Digital Marketing, Multimedia Production, hingga Microfilm Commercials," rincinya.

Caption Foto: Swiss German University (SGU) menggelar acara peluncuran Program Studi Digital Communication and Media Arts pada Sabtu, (23/11/2024).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.