Sedang Ramai Flu Singapura, Ini Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

AKURAT BANTEN - Baru-baru ini dunia medis sedang ramai mengenai penyakit flu singapura. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak atau bayi, tetapi juga bisa menyerang orang dewasa.
Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit yang mudah menular dan sering menyerang anak-anak usia 5-10 tahun.
Flu Singapura berbeda dengan herpangina. Pada herpangina tidak terjadi ruam pada tangan dan kaki. Selain itu ruam pada flu Singapura juga kerap disamakan dengan cacar air, tapi ruam pada cacar air biasanya lebih meluas ke seluruh tubuh.
Baca Juga: 25 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 2024, Cocok Jadi Status Medsos!
Melansir dari berbagai sumber, berikut gejala, penyebab, dan pengobatan flu singapura.
Penyebab Flu Singapura
Flu Singapura disebabkan oleh infeksi Coxsackievirus A16 dan Coxsackievirus A6, yaitu jenis virus yang termasuk kelompok Enterovirus. Pada beberapa kasus, jenis lain dari Enterovirus seperti Enterovirus 71 juga bisa menyebabkan flu Singapura.
Virus penyebab flu Singapura hidup di cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja, serta cairan dari lepuh pada kulit. Flu Singapura dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih banyak dialami oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun, terutama anak yang sering dititipkan di fasilitas penitipan anak.
Baca Juga: Juara Liga Voli Korea! Hyundai Hillstate Hajar Kembali Pink Spiders 3-0 di Leg Ketiga
Gejala Flu Singpura
Gejala awal flu Singapura bisa muncul 3–6 hari setelah seseorang terinfeksi virus. Umumnya, penderita akan mengalami demam atau sakit tenggorokan, kemudian 1–2 hari setelahnya akan muncul sariawan, ruam, dan lepuh.
Berikut ini adalah gejala seseorang mengalami flu Singapura :
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian pipi dalam
- Hilang nafsu makan
- Ruam merah yang tidak terasa gatal
- Rewel
- Nyeri perut
- Batuk
Pengobatan Flu Singapura
Pada sebagian besar kasus, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan khusus karena gejalanya akan mereda setelah 7–10 hari. Namun, untuk meredakan keluhan dan mempercepat pemulihan, dokter akan meresepkan sejumlah obat berikut:
- Paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan demam dan mengurangi rasa nyeri
- Salep kulit, untuk mengurangi keluhan pada kulit, termasuk ruam, lepuh, dan gatal di kulit
- Tablet isap, untuk mengurangi nyeri tenggorokan
Baca Juga: Kebakaran Disertai Ledakan Pabrik di Priuk Tangerang, Warga Berhamburan Ketakutan
Pasien juga dianjurkan untuk minum air es atau makan es krim guna membantu mengurangi peradangan, serta banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Kontroversi Kylian Mbappe di China Belum Mereda, Permintaan Maaf Real Madrid Belum Cukup
- 10Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya








