Miris! Makam Leluhur Tionghoa Dijadikan Tempat Sampah, Bong Pay Dijadikan Penutup Got

AKURAT BANTEN - Kuburan keramat orang Tionghoa di Semarang, Jawa Tengah, dijadikan tempat pembuangan sampah sementara.
Parahnya lagi, bong pay atau batu nisan kuburan itu dijadikan tutup selokan atau got oleh warga di lingkungan sekitar.
Dalam surat Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), dikatakan warga Tionghoa di lingkungan sekitar tampak resah.
Namun, sebagai minoritas mereka tidak berdaya menghadapi situasi itu, apalagi mencegah warga sekitar melakukan perbuatannya.
Dalam surat yang dikeluarkan itu, diketahui peristiwa tersebut terjadi di Jalan Saputan Raya, RWXII, Kelurahan Jombang dan wilayah lain.
Untuk mencegah warga melakukan aksinya, PSMTI bahkan berencana membuatkan warga sekitar tempat pembuangan sampah sementara.
Dengan begitu, mereka berharap warga tidak lagi menjadikan makam keramat orang-orang Tionghoa sebagai pembuangan sampah.
Baca Juga: Kebakaran Gudang PT IMS Logistics Tangerang, Asap Membumbung Tinggi
Mereka juga berencana menggantikan bong pay yang digunakan oleh warga sekitar sebagai penutup saluran got di depan rumah mereka.
Peristiwa ini pun viral di media sosial dan jadi perbincangan hangat.
Seperti diunggah oleh akun X iwin @niwseir. Dikatakan, warga itu ilegal dan bentuk pencurian terhadap makam orang Tionghoa.
Baca Juga: Kades Jayasari Membantah Gelapkan Sertifikat Lahan Warga
Menurutnya, sangat lucu sikap yang diambil PSMTI terhadap aksi pencurian warga sekitar untuk mencegah terjadinya konflik sosial.
"Bukannya lapor pidana dan tuntut perdata ke para penjahat, malah nunduk ngasih fasilitas," katanya, dikutip Kamis (14/3/2024).
Dikatakan, peristiwa itu merupakan realitas yang terjadi di Indonesia.
"Bayangin aja perampok kuburan dimohon-mohon balikin barang curiannya dengan iming-iming dikasih barang baru gratis," jelasnya.
Baca Juga: Menteri Ida Minta THR Lebaran Cair Paling Telat 1 Minggu sebelum Lebaran
Makam leluhur merupakan hal yang keramat bagi warga Tionghoa.
Mereka sangat marah saat tahu makam leluhurnya dihinakan dengan dijadikan tempat pembuangan sampah dan penutup got.
Apalagi, tulisan batu nisan berisi nama-nama leluhur mereka itu telah dihinakan dengan dijadikan keset penutup untuk diinjak-injak.
Tetapi, mereka sadar salah sedikit saja tindakan mereka berakibat buruk dan yang terburuk dapat memicu terjadinya kerusuhan.
"Perkara komen volume pengeras suara aja bisa sampai dibakar rumah ibadah gua plus di penjara pula," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 6Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!





