Banten

Jembatan Penghubung Dua Desa di Lebak Nyaris Rungkad

Ratu Tiarasari | 29 Desember 2023, 12:43 WIB
Jembatan Penghubung Dua Desa di Lebak Nyaris Rungkad

AKURAT BANTEN - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak, Banten, menyebabkan jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Cijaku nyaris rungkad diterjang banjir.

Jembatan penghubung antara Desa Ciapus dan Desa Sukasenang, nyaris ambruk karena mengalami abrasi tanah lantaran diterjang banjir. Jembatan sepanjang kisaran 25 meter tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat beraktivitas.

“Panjang jembatan 25 Meter. Terjadi saat hujan deras dan banjir, jadi tanah itu terkikis air saat banjir. Kalau ini dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan akan ambruk dan akses kesini terputus, aktivitas warga jadi terganggu," kata Camat Cijaku, Cece Saputra, Jum'at (29/12/2023) kepada Akurat Banten.

Tidak ingin aktivitas warga terganggu lantaran akses jalan dan jembatan terputus, Cece mengaku langsung melaporkan peristiwa tersebut ke BPBD Lebak untuk segera dilakukan penanganan.

Menurutnya, penanganan jembatan tersebut bersifat mendesak, dan tidak boleh ditunda apalagi dibiarkan. Cece mengaku bersyukur, BPBD Lebak itu merespons cepat dengan langsung menurunkan alat berat ketitik lokasi.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten dan BPBD Lebak, dengan reaksi cepatnya yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat. Terus terang perbaikan jembatan ini merupakan kebutuhan mendesak," tandasnya

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama mengungkapkan, sesuai tugas dan kewenangannya BPBD Lebak akan selalu siap dan tanggap terhadap penanggulangan dan penanganan akibat bencana.

"Iya harus siap dan tanggap khususnya penanganan. Jembatan itu memang akses utama masyarakat dua desa, dan kebutuhan mendesak maka harus segera dilakukan penanganan," kayanya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.