Wasit Top Jatuh Tersungkur Kena Bogem Mentah Saat Meniup Peluit Panjang, Pelaku Ketua Klub!

AKURAT BANTEN - Peristiwa ini bermula ketika MKE Ankaracugu bertindak sebagai tuan rumah pertandingan, unggul lebih awal. Namun seorang pemainnya mendapat kartu merah pada menit ke-50 menit. Caykur mampu menyamakan skor setelah salah satu pesepakbolanya juga dikeluarkan. Insiden terjadi setelah peluit tanda pertandingan berakhir ditiup wasit Meler.
Sesaat kemudian, sang wasit dipukul dan jatuh tersungkur. Meler juga dipukul beberapa kali ketika terbaring di tanah sehingga menderita luka-luka termasuk patah tulang di bagian muka.
Dia kemudian dibawa ke rumah sakit dengan muka bengkak dan penopang leher.
Mehmet Yorubulut, kepala tim dokter RS Acibadem, mengatakan Meler tidak mengalami cedera otak dan kemungkinan boleh pulang pada Rabu (13/12).
“Pendarahan di mata kiri Meler mulai pulih,” tutur Yorubulut, yang menambahkan tidak akan ada kerusakan permanen.
Meler, 37, adalah salah satu wasit top di Turki dan telah memimpin berbagai pertandingan internasional FIFA.
Baca Juga: BARCA Dan MADRID Wajib Sungkem Sama GIRONA Sang Pemuncak Klasmen, Begini Sejarah Klub ini!
Baca Juga: Dinasti Sepak Bola CFG Membeli Saham 11 Club Dunia Terakhir Palermo, Adek Bontot Manchester City
Baca Juga: Sejarah dan Penemu SEPAK BOLA, sampai Menjadi Olahraga Populer di Dunia
Sebagai salah satu wasit elite UEFA, dia memimpin pertandingan leg pertama semifinal Liga Konferensi Eropa yang mempertemukan West Ham dan AZ Alkmaar musim lalu. Dia juga bertugas memimpin pertandingan fase grup Liga Champions antara Lazio dan Glasgow Celtic bulan lalu.
Menurut laporan kantor-kantor berita Turki, Meler mengatakan: “Faruk Koca memukul saya di bawah mata kiri - saya jatuh ke tanah. Ketika saya di tanah, orang-orang lain menendang muka saya dan bagian-bagian tubuh lainnya berkali-kali.”
Pelaku Koca, 59, adalah mantan anggota parlemen Turki. Dia dua kali terpilih ke dalam parlemen Turki sebagai bagian dari partai berkuasa AKP pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Dia sebelumnya dikutip media-media Turki saat menyatakan dirinya tidak bertanggung jawab.
“Insiden ini terjadi karena keputusan-keputusan salah dan perilaku menghasut dari sang wasit. Tujuan saya adalah bereaksi secara verbal dan meludahi mukanya.”
Presiden Erdogan berkata kepada Meler saat menjenguknya di rumah sakit bahwa dirinya “sedih dan terganggu” atas insiden itu.
Dia sebelumnya berkata, ”Olah raga bermakna perdamaian dan persaudaraan. Olah raga tidak cocok dengan kekerasan. Kita tidak akan mengizinkan kekerasan untuk ambil bagian dalam olahraga Turki.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 6Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan
- 7MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 8Golkar Ungkap Alasan Partai Pendukung Tak Turun Bela Gibran di MK, Ini Penjelasannya
- 9Jokowi Pamer KTA PSI, Chusnul Langsung Singgung Ijazah, Ada Apa?
- 10Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik










