Banten

Air Menghitam serta Bau Busuk, Pendangkalan Parah Kali Sipon Resahkan Pedagang dan Warga

David Amanda | 28 September 2026, 19:45 WIB
Air Menghitam serta Bau Busuk, Pendangkalan Parah Kali Sipon Resahkan Pedagang dan Warga
Air Menghitam dan Bau Busuk, Pendangkalan Parah Kali Sipon Resahkan Pedagang dan Warga - Istimewa

AKURAT BANTEN - Ancaman banjir besar kini menghantui warga pemukiman dan pedagang di kawasan Pasar Kali Sipon, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Saluran irigasi di wilayah tersebut mengalami pendangkalan ekstrem akibat sedimentasi lumpur tebal dan tumpukan sampah yang tak kunjung dikeruk oleh pemerintah daerah hingga Senin, 28 September 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan memprihatinkan di mana air Kali Sipon telah berubah warna menjadi hitam pekat. Permukaan air tersumbat oleh lautan limbah padat, mulai dari sampah domestik rumah tangga hingga sisa komoditas pasar.

Baca Juga: Kenal via MiChat, Pria Asal Magetan Nekat Habisi Nyawa Wanita di Ruko Steam Tangerang

Parahnya, endapan lumpur di dasar kali sudah naik mendekati permukaan, memicu aroma busuk yang menusuk hidung dan mengganggu jalannya roda ekonomi pasar.

Kondisi sanitasi yang buruk ini memicu protes dari para pelaku usaha mikro di sepanjang Jalan Sipon. Asep, seorang pedagang serabi setempat, mengaku sangat terganggu dengan bau menyengat yang harus ia hirup setiap hari saat mencari nafkah.

"Iya, jelas setiap harinya saya dagang pasti kebauan," keluh Asep saat diwawancarai di lapak dagangannya, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Gibran Terancam? Hakim MK Pernah di UTS Insearch-Autralia Juga, Pertanyaan soal Pendidikan Makin Tajam

Asep juga menyoroti ketiadaan tindakan nyata dari dinas terkait selama ia berjualan di wilayah tersebut.

"Selama saya dagang sih belum ada petugas yang bersihin kali ini," tambahnya.

Keresahan serupa dirasakan oleh warga yang tinggal di sekitar aliran kali. Mereka menilai Pemkot Tangerang lalai dan menyia-nyiakan momentum musim kemarau yang seharusnya menjadi waktu ideal untuk normalisasi drainase.

Warga khawatir, penyumbatan total ini akan memicu bencana banjir saat cuaca ekstrem melanda.

Baca Juga: Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan

"Ini sudah lama tidak hujan. Takutnya sekalinya hujan langsung gede, dan ketika curah hujan tinggi terjadilah banjir," kata Rendi, salah satu warga setempat.

Sambil menunjuk ke arah endapan lumpur yang mulai mengering di beberapa titik dasar kali, Rendi memperingatkan dampak buruk yang mengintai jika pembiaran ini terus berlanjut.

"Lihat saja ini lumpurnya sudah naik. Terus kalau hujan bagaimana? Sudah pasti mampet dan bakal terjadi banjir," tuturnya.

Baca Juga: Gibran Jadi Sorotan Jelang 2029, Dedy Nur PSI Ungkap Kesiapan Hadapi Persaingan Politik

Menghadapi risiko lingkungan yang kian nyata, warga dan pedagang menuntut Pemkot Tangerang segera peka dan menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan sebelum wilayah Cipondoh dikepung banjir.

"Harusnya pemerintah bisa peka terhadap hal seperti ini. Harusnya dikeruk dulu sekarang, jadi nanti pas datang musim hujan warga tidak kelabakan kebanjiran," pungkas Rendi. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.