Banten

Akibat Banjir dan Longsor 2020 Warga Tak Miliki Rumah Sampai Saat Ini, Kades Banjar Irigasi Kena Prank Pemerintah

Ratu Tiarasari | 27 November 2023, 19:48 WIB
Akibat Banjir dan Longsor 2020 Warga Tak Miliki Rumah Sampai Saat Ini, Kades Banjar Irigasi Kena Prank Pemerintah

AKURAT BANTEN - Musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor tahun 2020 di Kabupaten Lebak, Banten, masih menyisakan kesedihan sebanyak 60 keluarga terdampak di Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong. Ke 60 keluarga itu kehilangan tanah serta rumah karena longsor dan hanyut terbawa air banjir bandang.

Kunjungan berbagai pejabat mulai dari pemerintah daerah hingga pusat bahkan Presiden Joko Widodo bersama jajaran Menteri ke lokasi bencana banjir, dan berjanji akan merelokasi serta memberikan bantuan pembangunan rumah warga terdampak ke tempat yang aman.

Namun, hampir tiga tahun sudah janji pemerintah tak kunjung terealisasi, sehingga warga terdampak wajar bila mengganggap janji pemerintah tersebut "palsu" dan turunnya ke lokasi bencana itu hanya pencitraan saja.

Kepala Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebakgedong Sayuti, mengungkapkan kesedihan puluhan warganya yang kehilangan tanah dan rumahnya karena bencana banjir dan longsor yang terjadi tahun 2020 silam dan hingga sekarang ini mereka masih numpang di rumah saudaranya.

"Sampai hari ini janji pemerintah belum juga realisasi, sudah tiga tahun. Mereka yang tidak memiliki tanah dan rumah karena terdampak longsor dan banjir ikut numpang di rumah saudaranya dan mereka ada juga yang ngontrak," katanya, Senin (27/11/2023) kepada AKURAT BANTEN.

Menurutnya, bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menempati hunian sementara (Huntara), masih mending karena tidak kepanasan dan hujan tidak kehujanan dan mereka memiliki tempat tinggal. Kalaupun ada bantuan jelas Sayuti, itu fokus kepada warga terdampak yang ada di Huntara, sementara warga yang terdampak dan tidak memiliki apa-apa itu terlupakan.

"Puluhan warga saya yang tidak memiliki apa-apa karena bencana, sampai hari ini masih numpang. Ini sudah tiga tahun, janji pemerintah belum ada. Saya khawatir lama-lama saudaranya bosan dan timbul perselisihan keluarga. Bantuan itu fokus ke Huntara saja," jelasnya.

Ia membandingkan, bencana banjir bandang dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Bogor, dan disana itu selesai semua warga yang terdampak sudah menerima bantuan sesuai janji pemerintah lalu di Kabupaten Lebak ini kenapa begitu lama dan susah amat.

"Sudah cukup lama menunggu, jadi wajar bila warga yang terdampak khususnya warga saya menagih janji pemerintah, kapan mau realisasi," tandasnya.

 


Caption foto: Hunian sementara korban bencana banjir bandang dan tanah longsor

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.