Terungkap Alasan Prabowo Bolak-balik ke Perancis Tiga Kali dalam 5 Bulan, Boros Anggaran atau Ada Maksud Lain?

AKURAT BANTEN - Presiden RI Prabowo Subianto tercatat sudah tiga kali melakukan perjalanan ke Perancis sejak awal tahun 2026.
Intensitas kunjungan tersebut menjadi sorotan publik karena berlangsung dalam waktu relatif singkat, yakni hanya sekitar lima bulan.
Serangkaian lawatan itu ternyata bukan sekadar kunjungan biasa.
Pemerintah menyebut setiap agenda memiliki kepentingan strategis yang berkaitan dengan hubungan bilateral Indonesia dan Perancis, termasuk pembahasan isu internasional hingga penguatan kerja sama di berbagai sektor.
Baca Juga: Tuai Polemik, MUI Buka Suara soal Kurban Presiden Prabowo dari APBN, Sah atau Tidak?
Kunjungan pertama dilakukan pada Januari 2026 setelah Prabowo menghadiri forum ekonomi dunia di Davos, Swiss.
Dari sana, ia melanjutkan perjalanan menuju Paris untuk bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron.
Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup di Istana Elysee.
Dalam kesempatan itu, kedua pemimpin negara membicarakan berbagai peluang kerja sama, mulai dari bidang pertahanan, perdagangan, investasi, hingga isu geopolitik global.
Baca Juga: Prabowo Kurban 1.098 Sapi Premium, 46 Daerah Terima Lebih dari Satu, Ini Alasannya
Hubungan Indonesia dan Perancis sendiri memang semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.
Perancis menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eropa, terutama dalam sektor teknologi pertahanan dan pengembangan industri strategis.
Selanjutnya, kunjungan kedua terjadi pada April 2026.
Saat itu Prabowo baru saja menyelesaikan agenda diplomatik di Rusia bersama Presiden Vladimir Putin sebelum akhirnya bertolak ke Paris.
Baca Juga: Heboh Rencana Prabowo Pusatkan Ekspor Komoditas, Pengusaha Takut Pasar Lama Hilang
Di Perancis, Prabowo kembali bertemu Macron untuk membahas kondisi dunia yang tengah menghadapi berbagai tantangan geopolitik.
Indonesia disebut ingin mengambil peran lebih aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional melalui jalur diplomasi.
Pemerintah menilai komunikasi langsung antar kepala negara menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global.
Selain itu, pertemuan bilateral juga dinilai mampu mempercepat realisasi berbagai kerja sama strategis antarnegara.
Baca Juga: Dilema Surya Paloh: Rela Dipimpin Jokowi, Sejajar dengan Prabowo, Bagaimana Nasib Anies?!
Adapun kunjungan ketiga dilakukan pada akhir Mei 2026.
Lawatan ini merupakan agenda resmi kenegaraan yang sebelumnya sempat tertunda akibat penyesuaian jadwal kedua pemimpin.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting bersama pemerintah Perancis.
Selain mempererat hubungan diplomatik, kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama baru di sektor ekonomi, pendidikan, energi, hingga pertahanan.
Baca Juga: Prabowo Ubah Total Sistem Ekspor RI, Sawit dan Batu Bara Kini Dikendalikan Negara
Pengamat hubungan internasional menilai langkah Prabowo yang aktif bertemu pemimpin dunia menunjukkan arah baru diplomasi Indonesia.
Pemerintah saat ini dinilai lebih agresif membangun jejaring global guna memperkuat kepentingan nasional di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
Kunjungan berulang ke Perancis juga dipandang sebagai sinyal bahwa Indonesia ingin memperkuat posisi strategisnya di kawasan Eropa.
Dengan hubungan bilateral yang semakin intens, kedua negara diprediksi akan memiliki kerja sama lebih luas di masa mendatang.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Strategi Ekonomi 2027, Pasar Langsung Bereaksi Keras
Tiga kali kunjungan dalam lima bulan pun akhirnya bukan hanya soal agenda diplomatik biasa.
Di balik itu, ada kepentingan besar terkait penguatan posisi Indonesia dalam kerja sama internasional dan dinamika politik global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 6Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 7PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 8Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 9PSG Kalahkan Lyon 2-0, Gol Mayulu dan Mika Godts Bawa Tim Paris ke Puncak Ligue 1
- 10Reaksi Kylian Mbappe dan Lamine Yamal Saat Harry Kane Menang Ballon d'Or 2026 Jadi Sorotan









