Disnaker Tegas THR Karyawan Swasta Dibayar Maksimal 5 Hari Lagi dan Dilarang Cicil, Kalau Tidak Ini yang Akan Terjadi

AKURAT BANTEN - Kabar penting bagi para pekerja di Kota Pekanbaru.
Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru menegaskan bahwa pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 wajib dilakukan paling lambat 8 Maret.
Perusahaan diingatkan untuk tidak menunda apalagi mencicil hak karyawan tersebut.
Kepala Disnaker Pekanbaru, Abdul Jamal, menyampaikan bahwa ketentuan ini harus dipatuhi seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Pekanbaru, baik skala besar maupun kecil.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp55 Triliun untuk THR 2026, ASN hingga Pensiunan Dipastikan Terima Sesuai Jadwal
Ia menekankan bahwa THR merupakan hak normatif pekerja yang dilindungi peraturan perundang-undangan.
Menurutnya, pembayaran THR harus dilakukan secara penuh sesuai besaran yang menjadi hak masing-masing pekerja.
Tidak ada ruang bagi perusahaan untuk membayarnya secara bertahap atau mencicil dengan alasan apa pun.
Jika ditemukan pelanggaran, pihaknya tidak segan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Baca Juga: THR PNS Belum Juga Cair di Pekan Kedua Ramadan, Purbaya Buka Suara Soal Penyebabnya
Kebijakan ini mengacu pada regulasi nasional yang mengatur kewajiban perusahaan membayarkan THR keagamaan kepada pekerja menjelang hari raya.
Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa THR harus diberikan paling lambat sebelum hari raya keagamaan dan dibayarkan secara penuh.
Penetapan batas waktu 8 Maret 2026 ini dimaksudkan agar para pekerja memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan kebutuhan Lebaran.
THR biasanya digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tambahan, mulai dari belanja kebutuhan pokok, pakaian baru, hingga biaya mudik ke kampung halaman.
Baca Juga: Perusahaan Jangan Sampai Terlambat, Cek Jadwal Pencairan THR 2026 untuk Karyawan Swasta
Disnaker Pekanbaru juga membuka ruang pengaduan bagi pekerja yang merasa haknya tidak dipenuhi.
Pekerja dapat melapor jika perusahaan terlambat membayar, mengurangi nominal, atau mencoba mencicil THR.
Laporan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti melalui mekanisme mediasi dan pengawasan ketenagakerjaan.
Abdul Jamal mengimbau para pengusaha untuk mempersiapkan keuangan perusahaan sejak dini agar kewajiban pembayaran THR tidak menjadi beban mendadak.
Baca Juga: THR 2026 Dipastikan Cair Penuh untuk ASN TNI Polri dan Pensiunan, Ini Rincian dan Jadwalnya
Ia mengingatkan bahwa setiap tahun kewajiban ini selalu ada, sehingga perusahaan seharusnya sudah mengantisipasi dalam perencanaan anggaran.
Selain itu, Disnaker juga akan melakukan pemantauan secara aktif untuk memastikan kepatuhan perusahaan.
Pengawasan ini bertujuan menciptakan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja, terutama menjelang momentum penting seperti Idulfitri.
Bagi pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus, perusahaan tetap berkewajiban memberikan THR secara proporsional sesuai masa kerja.
Baca Juga: THR 2026 Cair H-7 Lebaran, Begini Cara Menghitung Pajaknya dengan Benar
Sementara bagi pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih, THR diberikan sebesar satu bulan upah.
Langkah tegas Disnaker Pekanbaru ini mendapat respons positif dari kalangan pekerja.
Mereka berharap pengawasan benar-benar dilakukan sehingga tidak ada lagi praktik penundaan atau pembayaran yang tidak sesuai ketentuan.
Dengan adanya penegasan batas waktu hingga 8 Maret 2026, diharapkan seluruh perusahaan dapat mematuhi aturan dan memenuhi kewajibannya tepat waktu.
Baca Juga: THR 2026 Dipastikan Cair Penuh untuk ASN TNI Polri dan Pensiunan, Ini Rincian dan Jadwalnya
Pemerintah daerah menegaskan bahwa kesejahteraan pekerja menjadi prioritas, terutama menjelang hari raya yang identik dengan meningkatnya kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Kini, para pekerja di Pekanbaru bisa sedikit bernapas lega.
Selama perusahaan mematuhi aturan, THR akan diterima tepat waktu dan secara penuh, tanpa potongan maupun cicilan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!


