Ribuan Buruh Kepung DPR, Puan Maharani Buka Suara dan Beri Janji Mengejutkan

AKURAT BANTEN – Suasana di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (22/9/2025) kembali dipenuhi ribuan buruh yang melakukan aksi demonstrasi.
Gelombang massa yang datang sejak pagi itu menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari kenaikan upah, perbaikan jaminan sosial, hingga peninjauan kembali regulasi ketenagakerjaan yang dianggap merugikan pekerja.
Aksi ini berlangsung di tengah meningkatnya dinamika sosial-ekonomi pasca-pandemi, di mana para buruh menilai kebijakan pemerintah masih belum sepenuhnya berpihak kepada mereka.
Spanduk, poster, serta orasi bergantian digelar di depan Gedung DPR, mencerminkan keresahan yang kian menguat di kalangan pekerja.
Baca Juga: Demo Buruh Hari Ini di DPR, Tenaga Ahli yang Berkantor di Senayan Justru Bikin Aturan Ini
Setelah berlangsung selama beberapa jam, aksi demonstrasi ini akhirnya mendapat titik terang ketika Ketua DPR RI, Puan Maharani, bersedia menerima perwakilan buruh di Auditorium Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Kehadiran Puan disambut positif oleh para perwakilan serikat buruh yang telah menunggu kesempatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pimpinan lembaga legislatif.
Dalam pertemuan tersebut, Puan menyatakan sikap terbuka DPR untuk menampung seluruh aspirasi buruh.
“Terima kasih atas aspirasi yang sudah disampaikan, seluruh aspirasi ini akan kami sampaikan ke seluruh teman-teman DPR yang ada. Kami berkomitmen menjalankan aspirasi yang ada,” ujarnya di hadapan delegasi buruh.
Baca Juga: Link Live Streaming CCTV Demo Buruh 28 Agustus 2025 di DPR, Minta Naik Sampai Rp7,5 Juta
Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya menyampaikan pendapat secara damai. Ia mengingatkan kembali insiden akhir Agustus 2025 lalu, ketika aksi serupa berujung pada pembakaran fasilitas umum di beberapa titik di DKI Jakarta.
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran agar aspirasi tetap disampaikan dalam koridor konstitusional.
“Aspirasi silahkan disampaikan, tapi jangan disampaikan dengan anarkis, membakar fasilitas umum. Menyampaikan pendapat adalah hak,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan buruh mengapresiasi langkah DPR yang bersedia membuka pintu dialog.
Namun, mereka menegaskan akan terus mengawal proses pembahasan kebijakan hingga benar-benar ada perubahan nyata di lapangan.
Beberapa tuntutan yang disampaikan di antaranya adalah evaluasi terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026, revisi sejumlah pasal di Undang-Undang Cipta Kerja, serta jaminan perlindungan terhadap pekerja kontrak dan outsourcing.
Aksi kali ini juga mendapat perhatian publik luas, terutama melalui media sosial, di mana tagar #AksiBuruhDPR2025 sempat menjadi trending.
Banyak netizen memberikan dukungan moral, meskipun tak sedikit pula yang mengingatkan agar aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu fasilitas publik.
Baca Juga: Demo Buruh Minta Kenaikan UMK di Lebak, Pj Bupati: Kami Usulkan Kenaikan 0,3 Persen
Pengamat politik menilai langkah DPR untuk membuka ruang dialog merupakan strategi penting untuk meredam potensi eskalasi konflik.
Dengan jumlah buruh yang besar di Indonesia, pemerintah maupun DPR dinilai harus lebih responsif terhadap kebutuhan mereka, terutama dalam kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
Hingga sore hari, massa buruh perlahan membubarkan diri dengan tertib setelah mengetahui perwakilan mereka sudah menyampaikan aspirasi kepada Ketua DPR.
Aparat kepolisian yang berjaga pun menyatakan aksi berjalan relatif kondusif tanpa insiden berarti.
Aksi ini dipandang sebagai sinyal bahwa isu ketenagakerjaan tetap menjadi perhatian serius publik dan akan terus mewarnai dinamika politik nasional.
Semua pihak kini menunggu tindak lanjut konkret dari DPR RI terhadap aspirasi buruh yang telah disampaikan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










