Ternyata Sri Mulyani Mundur Bukan Dipecat Prabowo dari Kabinet Merah Putih, Demo Kemarin Jadi Alasannya?

AKURAT BANTEN - Isu reshuffle Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9/2025) kembali memantik perbincangan hangat.
Salah satu sorotan utama tertuju pada pergantian Sri Mulyani Indrawati dari posisi Menteri Keuangan.
Publik sempat menduga bahwa Sri Mulyani mundur atau bahkan dipecat buntut gelombang demo besar yang mengguncang Jakarta pada awal September.
Namun, klarifikasi resmi dari Istana justru menyebut hal berbeda.
Baca Juga: Sri Mulyani Tambah Kaya Sejak Jadi Menkeu, Pantas Prabowo Langsung Reshuffle Kabinet Merah Putih?
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pergantian Sri Mulyani murni merupakan hak prerogatif Presiden, bukan karena tekanan demonstrasi maupun alasan personal.
Spekulasi mengenai Sri Mulyani mundur pasca-demo besar 8 September langsung ditepis oleh Mensesneg.
Menurut Prasetyo Hadi, pergantian Sri Mulyani bukan karena pengunduran diri atau pencopotan, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kabinet.
“Bukan mundur, bukan dicopot. Presiden punya hak prerogatif. Atas evaluasi beliau, diputuskan dilakukan perubahan formasi,” ujar Prasetyo.
Sri Mulyani sendiri sudah menjabat sebagai Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo tahun 2016.
Ia kemudian dipercaya kembali di periode kedua Jokowi, bahkan masih dipertahankan saat pemerintahan Prabowo dimulai.
Total, sembilan tahun lamanya Sri Mulyani mengelola keuangan negara sebelum akhirnya digantikan oleh ekonom Purbaya Yudhi Sadewa.
Meski Istana sudah memberi klarifikasi, publik tetap ramai membicarakan alasan di balik pergantian Sri Mulyani.
Apalagi, demo besar pada awal September memang sempat menyinggung soal kebijakan fiskal dan kondisi ekonomi nasional.
Hal itu membuat wajar jika masyarakat mengaitkan momentum demo dengan reshuffle kabinet.
Namun, pihak Istana menegaskan bahwa reshuffle ini tidak didasari peristiwa spesifik, melainkan evaluasi menyeluruh yang dilakukan Presiden.
Keputusan Presiden Prabowo mengganti Sri Mulyani sekaligus menandai berakhirnya era panjang kepemimpinannya di Kementerian Keuangan.
Publik kini menunggu bagaimana Purbaya Yudhi Sadewa, sang pengganti, mampu menjawab tantangan besar di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Apapun spekulasi yang berkembang, satu hal yang pasti: reshuffle ini adalah langkah strategis Presiden untuk memperkuat Kabinet Merah Putih.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 120.980 Prajurit TNI AL Disiagakan di Jakarta, Dokumen Pengerahan Ini Bikin Publik Bertanya-tanya!
- 2Tagihan Air Melonjak Hingga Rp2,3 Juta, Pelanggan Asal Cipondoh Ancam Laporkan Perumda Tirta Benteng ke Ombudsman
- 3Komitmen DPAD Kota Tangerang: Ubah Perpustakaan Jadi Pusat Pemberdayaan dan Kreativitas Warga
- 4Marthinus Hukom Buka Suara soal Kasus Listyo Sigit, Dugaan Penyadapan Prabowo Disebut Makar!
- 5MA Kabulkan Gugatan Subhan Palal, Istana Diancam Digeruduk: 'Mending Gibran Pulang ke Solo!'
- 6Bikin Geger! Mantan Komandan Moge Polda Metro Jaya AKBP Netty Rosdiana Pilih Tanggalkan Seragam Polri, Ada Apa?
- 7Aliansi Mahasiswa Desak Wali Kota Tangsel Copot Sekda Bambang Noertjahjo!
- 8Cuma Butuh Satu Gol! Lamine Yamal Bisa Pecahkan Rekor Kylian Mbappe saat Barcelona Hadapi Aston Villa
- 9Terungkap Dugaan Motif Penyadapan Prabowo, Eks Kompolnas Singgung Kepentingan Politik Listyo Sigit
- 10Terungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Lewat Sistem LIMS, Ada Apa dengan Listyo Sigit?








