Banten

Deputi BKPM: Amerika Cemburu karena Indonesia dekat dengan China

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 16 Desember 2024, 11:13 WIB
Deputi BKPM: Amerika Cemburu karena Indonesia dekat dengan China

AKURAT BANTEN - Amerika Serikat pernah menyampaikan rasa cemburunya ke Indonesia karena dianggap lebih dekat ke China.

Kecemburuan negara paman sam tersebut, disampaikan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan. Saat hadir dalam diskusi yang digelar Korea Foundation dan Foreign Policy of Community Indonesia (FPCI) di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Senin (09/12/2024).

"Saya pernah mendapat pertanyaan dari anggota [pejabat] Gedung Putih, bilang ke saya dan komplain ke kita bahwa Indonesia terlihat sangat dekat dengan China," ungkap Nurul, diteruskan Akurat Banten pada, Senin (16/12/2024).

Baca Juga: Mengintip SMA Taruna Nusantara yang Diprakarsai Prabowo, Cabang Cimahi dan Malang Tuai Sorotan Netizen

Amerika menilai, "Karena mereka menyebut bahwa bisnis antara Indonesia semakin berkembang, semakin banyak dan signifikan dibanding wilayah lain." sebutnya.

Terkait pandangan beberapa negara terkait sistim kerjasama, secara tegas Nurul menyampaikan, bahwa Indonesia siap bekerja sama dengan negara mana pun dan menerapkan politik bebas aktif termasuk di bidang ekonomi.

"Kita terbuka untuk bekerja sama dengan negara mana pun ketika mereka ingin bekerja sama dengan Indonesia," ungkap Nurul.

Baca Juga: Tabrak Lari di Serpong Tangsel, Pria Paruh Baya Jadi Korban Meninggal Dunia

Menurut Nurul, pintu Indonesia terbuka untuk Amerika Serikat, China, Rusia, Korea Selatan, Arab Saudi, Iran, dan negara mana saja.

Sebagai informasi, seperti diketahui, dalam beberapa tahun terakhir ini, khusus AS dan China terlibat perang dagang dan keduanya bersaing untuk memperoleh pengaruh di beberapa kawasan di berbagai bidang seperti ekonomi hingga masalah geopolitik.*******

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.