Menkopolkam Budi Gunawan: Desk Judi Online Akan Terapkan Pencegahan dan Penindakan dalam Pemberantasan

AKURAT BANTEN - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menegaskan Desk Judi Online akan menerapkan pendekatan pencegahan dan penindakan. Menurut Menkopolkam, keduanya menjadi bagian integral dalam pemberantasan judi online.
"Penting dicatat bahwa pendekatan pencegahan ini artinya tidak berarti meniadakan penindakan. Sebaliknya penindakan tetap menjadi bagian integral dari langkah-langkah strategis yang telah ditetapkan tersebut dan termasuk juga bagian dari regulasi yang telah ditetapkan," tegasnya usai Rapat Koordinasi di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (04/11/2024).
Baca Juga: Janjikan Uang Rp.5000 Seorang Kakek di Pandeglang Cabuli Anak 11 Tahun
Menko Budi Gunawan menjelaskan rapat telah membahas strategi komprehensif untuk pemberantasan judi online. Mulai dari pendidikan bahaya judi online hingga pemutusan mata rantai judi online.
“Memasifkan pendidikan tentang bahaya judi online (diambil) karena edukasi ini tentu bertujuan untuk menciptakan kesadaran yang kolektif dan membangun resistensi komunitas terhadap godaan judi online," tuturnya.
Selanjutnya, Desk Judi Online akan melakukan pengamanan simpul-simpul aktor judi online seperti akses konektivitas judi online dan akses terhadap sistem pembayaran. Hal ini bertujuan untuk memutus mata rantai kegiatan judi online.
"Yang ketiga apabila ada dari upaya pencegahan ini tidak diindahkan dan ditemukan ada unsur tindak pelanggaran atau pidananya maka hukuman yang berat akan diterapkan untuk efek jera," tegasnya.
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan komitmen insitusi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemberantasan judi online. Termasuk, proses hukum terhadap pegawai Kementerian Komdigi yang terlibat dalam kasus judi online.
"Dari sejak awal kami dengan Menteri Komdigi tentunya mendapatkan KPI yang sama untuk segera melakukan pemberantasan terhadap judi online. Oleh karena itu, kita bergerak cepat dan terima kasih bahwa dari proses yang ada beliau bersama-sama dengan tim kami bekerjasama untuk sepakat melakukan penegakan hukum terhadap siapapun. Apakah itu internal ataukah itu eksternal," jelasnya.
Menurut Kapolri, saat ini kepolisian tengah menelusuri pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.
"Saat ini tim terus bergerak. Kita belum bisa sebutkan siapa-siapanya karena memang sedang berjalan. Sesuai dengan arahan presiden bahwa tindak tegas siapapun, jangan sampai rakyat jadi korban dan kemudian kita harus potong mata rantainya," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 4Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 5Gibran Disebut Berpotensi Diganti, 10 Nama Ini Muncul dalam Prediksi Pengamat, Ada Puan dan AHY!
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 8Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!


