Paket 53 Kg Sisik Trenggiling Dicampur Keripik Singkong, Gagal Terbang ke Hongkong dan Denmark

AKURAT BANTEN - Upaya penyelundupan paket berisi sisik trenggiling seberat 53 kilogram melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) gagal diterbangkan ke negara Hongkong dan Denmark.
Kepala Bea Cukai Bandara Soetta, Gatot Sugeng Wibowo menyebutkan, upaya penyelundupan sisik trenggiling senilai Rp.3 miliar itu menggunakan modus dengan mencampur makanan ringan dalam paket tersebut.
“Upaya penyelundupan sisik trenggiling yang dikemas sebanyak lima paket ini, dikemas oleh pelaku dengan mencampurnya dengan keripik singkong ini dengan tujuan Hongkong dan Denmark,” ujar Gatot, Rabu (20/12/2023).
Memperoleh adanya upaya ekspor sisik trenggiling kedua negara tersebut, pihak Bea Cukai langsung berkoordinasi Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan dan Perhutanan guna pengembangan lebih lanjut.
- Baca Juga: H-5 Natal, Pergerakan Penumpang di Bandara Soetta Tangerang Mulai Meningkat
- Baca Juga: Ketum PAN Zulkifli: Pendukung No.2 Baca Al-Fatihah Tidak Ucapkan Amin Dan Tahiyatul akhir Pake Dua Jari
- Baca Juga: Pengacara Firli Bahuri Bawa Dokumen Perkara Korupsi DJKA Saat Sidang Praperadilan, Polda Metro: Cuman Barang Bukti
“Upaya penyelundupan sisik trenggiling ini telah dikeringkan biasanya disalahgunakan pemanfaatannya. Bisa sebagai bahan baku narkotika karena mengandung Tramadol HCI, untuk pembuatan sabu,” katanya.
Menurut Gatot, sisik trenggiling yang mempunyai daya jual tinggi di pasar gelap internasional dikarenakan memiliki banyak manfaat selain untuk membuat narkotika.
“Sisik trenggiling ini juga bisa sebagai obat untuk meningkatkan vitalitas pria. Selain itu, diketahui juga bisa diolah sebagai bahan obat analgesic dan antioksidan,” jelasnya.
Sementara, Direktur Penegakan Hukum Pidana Lingkungan Hidup dan Kehutanan Yazid Nurhuda mengakui pihaknya masih melakukan pencarian terhadap pelaku yang berupaya menyelundupkan sisik trenggiling.
“Kasus ini masih dalam pengembangan. Karena sisik trenggiling ini merupakan satwa masuk perlindungan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp100 juta,” ungkap Yazid.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 4Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 5Gibran Disebut Berpotensi Diganti, 10 Nama Ini Muncul dalam Prediksi Pengamat, Ada Puan dan AHY!
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 8Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






