Intip Gaji Sri Mulyani Usai Gabung Bill Gates Foundation dan ini Peran Barunya!

AKURAT BANTEN– Prestasi membanggakan kembali datang dari mantan Menteri Keuangan RI sejak tahun 2016 hingga 2025. Sebelumnya, Ia juga sempat menjabat pada posisi yang sama pada 2005 hingga 2010.
Diketahui, Sri Mulyani adalah orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga ia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro.
Tokoh yang dikenal sebagai arsitek ekonomi Indonesia ini resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board) di Bill & Melinda Gates Foundation, salah satu yayasan filantropi terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
Penunjukan ini diumumkan langsung oleh CEO Gates Foundation, Mark Suzman, pada Selasa (13/1/2026).
Sri Mulyani bergabung bersama jajaran tokoh elite dunia untuk mengelola dana abadi yayasan dalam misi kemanusiaan global.
Baca Juga: Mundur Dua Langkah atau Berhadapan dengan Saya! : Ultimatum Wagub Banten pada Mafia Tambang Ilegal
Alasan Bill Gates Memilih Sri Mulyani
Mark Suzman menegaskan bahwa pengalaman Sri Mulyani dalam mengelola ekonomi negara sebesar Indonesia adalah aset yang sangat berharga.
"Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang berkeadilan—keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan ini," ujar Suzman.
Rekam jejaknya dalam reformasi birokrasi dan kebijakan inklusif menjadi alasan kuat mengapa Bill Gates "meminangnya" masuk ke jajaran dewan pengurus.
Menilik 'Gaji Fantastis' di Gates Foundation
Meskipun belum ada rilis resmi mengenai besaran kompensasi spesifik untuk posisi Governing Board, Gates Foundation dikenal sebagai lembaga yang sangat royal dalam menghargai talenta globalnya
Sebagai perbandingan, berdasarkan data dari Levels.fyi, standar gaji di yayasan ini memang berada di atas rata-rata industri:
- Manajer Program: Mencapai Rp 286,93 juta per bulan.
- Ilmuwan Data (Data Scientist): Berkisar antara Rp 271,48 juta hingga Rp 393,98 juta per bulan.
- Insinyur Perangkat Lunak: Mencapai Rp 255 juta per bulan.
Dengan posisi di Dewan Pengurus yang setara dengan level pengambil keputusan tertinggi, nilai strategis peran Sri Mulyani tentu jauh melampaui angka-angka tersebut, baik secara profesional maupun pengaruh global.
Baca Juga: Sri Mulyani Masuk Jajaran Direksi Gates Foundation, Perkuat Peran Global Indonesia
Misi 20 Tahun: Menghapus Kemiskinan Global
Sri Mulyani bergabung di momen yang krusial. Tahun lalu, Bill Gates berkomitmen untuk menghabiskan dana abadi yayasan dalam jangka waktu 20 tahun ke depan untuk tiga fokus utama:
- Kesehatan Ibu dan Bayi: Mengakhiri kematian yang sebenarnya dapat dicegah.
- Pemberantasan Penyakit: Menciptakan generasi bebas dari penyakit menular mematikan.
- Kesejahteraan Ekonomi: Mengangkat jutaan orang keluar dari garis kemiskinan.
"Saya merasa terhormat bergabung di masa penuh tantangan dan peluang ini," ungkap Sri Mulyani. Ia juga menekankan pentingnya teknologi baru dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Baca Juga: Tak Gentar oleh Ancaman Trump, Menlu Iran Araghchi Tegaskan Kesiapan Perang hadapi AS
Bersanding dengan Tokoh-Tokoh Dunia
Di dalam dewan pengurus, Sri Mulyani akan bekerja berdampingan dengan nama-nama besar seperti:
1. Bill Gates (Pendiri Microsoft)
2. Ashish Dhawan (Filantropis India)
3. Dr. Helene Gayle (Pakar Kesehatan Publik)
4. Strive Masiyiwa (Miliarder Telekomunikasi Afrika)
5. Mark Suzman (CEO Gates Foundation)
Baca Juga: Heboh! Mantan ART Bongkar Rahasia Besar: Benarkah Ressa Rizky Anak Biologis Denada?
Tak hanya itu, yayasan ini juga melakukan ekspansi besar dengan membentuk divisi Africa and India Offices (AIO) untuk memperkuat fokus di wilayah-wilayah kunci tersebut.
Langkah Sri Mulyani ini semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu teknokrat paling diakui di dunia.
Bagi Indonesia, kehadiran Sri Mulyani di Gates Foundation diharapkan dapat membawa perspektif negara berkembang ke meja diplomasi filantropi dunia (**).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 8Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 9Kontroversi Kylian Mbappe di China Belum Mereda, Permintaan Maaf Real Madrid Belum Cukup
- 10Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya





