Banten

Kenaikan Gaji PNS 2026 Pidato Presiden Bungkam, Ternyata Ini Hasilnya Gaji PNS Naik Tahun Depan

Andi Syafriadi | 16 Agustus 2025, 09:30 WIB
Kenaikan Gaji PNS 2026 Pidato Presiden Bungkam, Ternyata Ini Hasilnya Gaji PNS Naik Tahun Depan

AKURAT BANTEN – Presiden RI Prabowo Subianto tidak memberikan kabar mengenai kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam pidatonya saat menyampaikan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2026 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/8/2025).

Dalam pidato yang berlangsung sekitar satu jam itu, Prabowo hanya menyinggung sejumlah poin penting terkait arah kebijakan ekonomi Indonesia tahun 2026.

Baca Juga: Kena Prank Gaji PNS Naik? Nyatanya Tangan Kanan Prabowo Tak Bahas Soal Hal Ini

Salah satu yang menjadi sorotan adalah instruksi langsung kepada Menteri BUMN Danantara untuk membenahi kinerja perusahaan pelat merah.

Prabowo menekankan bahwa dengan aset yang kini mencapai US$1.000 triliun, BUMN seharusnya mampu memberikan kontribusi besar terhadap APBN.

“Kalau US$50 miliar bisa masuk dari BUMN, APBN kita tidak akan defisit. Karena itu saya memberikan tugas kepada Danantara untuk bereskan BUMN kita,” tegas Prabowo di hadapan anggota DPR.

Presiden menilai masih ada banyak praktik pemborosan yang terjadi di tubuh BUMN, termasuk pada pemberian tantiem kepada para komisaris.

Ia menyoroti ada komisaris BUMN yang hanya rapat sebulan sekali, tetapi menerima tantiem hingga Rp40 miliar per tahun.

“Masak ada komisaris BUMN yang rapat sebulan sekali tantiemnya Rp40 miliar setahun. Itu tidak masuk akal,” ungkap Prabowo.

Selain menyoroti BUMN, Prabowo juga menyinggung program unggulannya, yakni Makan Bergizi Gratis.

Anggaran untuk program ini mengalami peningkatan signifikan dari Rp171 triliun pada tahun ini menjadi Rp335 triliun pada 2026.

Baca Juga: Viral Kabar Gaji PNS Naik 16 Persen, Akankah Segera Terealisasi? Ini Kata BKN

Menurut Prabowo, program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memaparkan arsitektur APBN 2026.

Pemerintah menargetkan pendapatan negara mencapai Rp3.147,7 triliun, sementara belanja negara dialokasikan sebesar Rp3.786,5 triliun.

“Arsitektur APBN 2026 dirancang sebagai berikut: belanja negara dialokasikan Rp3.786,5 triliun; pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.147,7 triliun,” jelas Prabowo.

Meski demikian, publik sempat menunggu kabar baik terkait kemungkinan adanya kenaikan gaji bagi PNS.

Baca Juga: Gaji PNS Naik 16 Persen, Ini Rincian Gaji PNS Golongan 1 hingga IV Menurut Tangan Kanan Prabowo Subianto

Namun, dalam pidato kali ini, Prabowo sama sekali tidak menyinggung persoalan tersebut.

Tidak adanya pengumuman kenaikan gaji PNS tentu mengecewakan sebagian kalangan birokrat yang menaruh harapan pada APBN 2026.

Sebab, dalam beberapa tahun terakhir, isu kenaikan gaji PNS selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan menjelang penyusunan APBN.

Meski begitu, Prabowo tampaknya lebih fokus pada upaya memperbaiki struktur ekonomi dan menutup celah kebocoran anggaran, khususnya melalui reformasi di sektor BUMN.

Dengan langkah ini, Presiden berharap pendapatan negara dapat meningkat signifikan sehingga APBN bisa lebih sehat tanpa terlalu bergantung pada utang.

Ke depan, publik masih menantikan apakah pemerintah akan memberikan kejutan berupa revisi kebijakan yang lebih menguntungkan PNS di tahun anggaran berjalan.

Namun untuk saat ini, perhatian utama Presiden Prabowo adalah memastikan kekayaan BUMN benar-benar digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pejabat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.