Waduh! Tom Lembong Makan Gula Rafinasi saat Sidang, Ternyata Ini Bahaya Gula Rafinasi Jika Langsung Dimakan Mentah

AKURAT BANTEN - Sebuah momen tak biasa terjadi dalam sebuah sidang resmi ketika Thomas "Tom" Lembong, mantan Menteri Perdagangan sekaligus ekonom senior, tertangkap kamera sedang menyantap gula rafinasi secara langsung.
Aksi tersebut memancing kehebohan di ruang sidang dan viral di media sosial.
Banyak netizen mempertanyakan: apakah aman mengonsumsi gula rafinasi secara mentah?
Gula rafinasi adalah jenis gula putih hasil pemurnian dari gula mentah (raw sugar).
Proses rafinasi ini menghilangkan kotoran dan warna alami sehingga menghasilkan kristal gula putih murni yang biasa digunakan di industri makanan dan minuman.
Meski terlihat bersih dan “murni”, konsumsi gula rafinasi secara langsung ternyata menyimpan sejumlah risiko bagi kesehatan.
Bahaya Mengonsumsi Gula Rafinasi secara Mentah
1. Mengganggu Sistem Pencernaan
Gula rafinasi yang dikonsumsi tanpa diolah terlebih dahulu oleh tubuh dapat menyebabkan iritasi pada lapisan lambung.
Hal ini karena gula rafinasi tidak mengandung serat atau nutrisi pendukung yang membantu proses pencernaan.
Baca Juga: Tom Lembong Mangkir Sidang Karena Sakit, Jaksa Minta iPad dan Laptop Disita
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, bisa menimbulkan rasa mual, perut kembung, atau bahkan diare ringan.
2. Lonjakan Gula Darah Secara Cepat
Gula rafinasi memiliki indeks glikemik yang sangat tinggi.
Ketika dikonsumsi langsung, ia cepat diserap oleh tubuh dan menyebabkan lonjakan kadar glukosa dalam darah.
Baca Juga: Skandal Suap Kasus Korupsi CPO, Hakim Ali Muhtarom yang Sidangkan Tom Lembong Akhirnya Diganti
Bagi penderita diabetes atau orang yang sensitif terhadap kadar gula darah, ini bisa berisiko tinggi dan memicu hiperglikemia.
3. Ketergantungan dan Dampak Psikologis
Konsumsi gula dalam bentuk murni dapat memberikan efek "pleasure spike" pada otak, mirip seperti efek zat adiktif ringan.
Jika dilakukan berulang-ulang, hal ini bisa menyebabkan ketergantungan secara psikologis dan memicu keinginan makan gula secara berlebihan.
4. Meningkatkan Risiko Obesitas dan Penyakit Metabolik
Konsumsi gula rafinasi secara berlebihan berkontribusi besar pada risiko obesitas, penyakit jantung, dan gangguan metabolisme lainnya.
Gula yang tidak dibakar tubuh akan disimpan dalam bentuk lemak, terutama di sekitar organ dalam tubuh.
Menurut dr. Tan Shot Yen, seorang dokter spesialis gizi komunitas, gula rafinasi sebaiknya digunakan hanya sebagai bahan tambahan makanan, bukan dikonsumsi langsung.
Baca Juga: Tom Lembong Bantah: Impor Gula Telah Diaudit BPK, Usai Didakwa Rugikan Negara 578 Miliar
“Gula rafinasi tidak memiliki nilai gizi selain kalori kosong. Jika langsung dimakan, itu sama saja seperti menyuapkan racun manis dalam dosis kecil,” ungkapnya dalam salah satu webinar kesehatan.
Belum ada pernyataan resmi dari Tom Lembong terkait alasan di balik aksinya tersebut.
Beberapa pihak menduga bahwa itu merupakan bentuk simbolik untuk menunjukkan “kesederhanaan” produk industri gula, sementara sebagian lain menilai sebagai tindakan yang kurang bijak dilakukan di ruang publik, apalagi oleh figur publik yang punya pengaruh.
Momen ini juga membuka kembali diskusi publik soal maraknya penggunaan gula rafinasi dalam makanan sehari-hari dan pentingnya edukasi gizi untuk masyarakat.
Meski tampak sepele, mengonsumsi gula rafinasi secara mentah bukanlah tindakan yang bijak dari segi kesehatan.
Baca Juga: Anies Menjenguk Tom Lembong, Warganet: Kalau Jokowi Temannya Dipenjara, Ditinggalin dah!
Gula sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk makanan yang telah diolah, dan tetap dalam jumlah yang terbatas.
Momen Tom Lembong seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih sadar terhadap apa yang kita konsumsi, bahkan dari sesuatu yang tampaknya sederhana seperti sejumput gula.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 3Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 4TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 5Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 6Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 7Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 813 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan
- 9Baru Pulih dari Cedera, Raphinha Harus Terbang ke Asia! Barcelona Khawatir Keputusan Ancelotti Jadi Petaka
- 10Man City Terancam Sanksi Berat, Eks Liverpool Justru Bela Para Pemain: Bukan Mereka yang Bersalah!




