Banten

Niat Puasa Tarwiyah Arafah Idul Adha Dibaca Jam Berapa? Inilah Keutamaannya yang Jarang Orang tahu

Andi Syafriadi | 3 Juni 2025, 12:41 WIB
Niat Puasa Tarwiyah Arafah Idul Adha Dibaca Jam Berapa? Inilah Keutamaannya yang Jarang Orang tahu

 

AKURAT BANTEN - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim disunnahkan melaksanakan puasa sunah yang sangat dianjurkan, yaitu Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah.

Keduanya dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah, tepat sebelum Idul Adha yang jatuh pada 10 Dzulhijjah.

Baca Juga: Idul Adha 2025: Prabowo Borong Sapi Kurban Hampir 1 Ton dari Subang, 3 Ekor Milik Dedi Mulyadi!

Selain menunaikan puasa, sebagian umat juga bertanya: jam berapa sebaiknya membaca niat puasa Tarwiyah, Arafah, dan puasa Idul Adha (jika ada)?

Untuk menjawabnya, mari kita pahami terlebih dahulu ketentuan waktu membaca niat puasa, serta keutamaan masing-masing puasa tersebut.

 

Puasa Tarwiyah dan Arafah termasuk puasa sunah, sehingga waktu membaca niatnya lebih fleksibel dibandingkan puasa wajib (seperti puasa Ramadhan).

Berdasarkan pendapat mayoritas ulama, niat puasa sunah boleh dibaca sejak malam hari hingga menjelang waktu Dzuhur, selama orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Artinya, niat puasa Tarwiyah dan Arafah bisa dibaca:

Sejak setelah Maghrib (malam sebelumnya),
Hingga sebelum masuk waktu Dzuhur pada hari puasa tersebut.

Namun, disunnahkan untuk membaca niat pada malam hari sebelum tidur, agar lebih mantap dan menunjukkan kesungguhan ibadah.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha Lengkap dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah Beserta Artinya

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Berikut bacaan niat puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah):

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Baca Juga: Libur Sekolah dan Idul Adha 2025 KAI Daop 1 Jakarta Siapkan 9 KA Tambahan, Ini Jadwal dan Rutenya!

Artinya: "Saya niat puasa Tarwiyah sunah karena Allah Ta’ala."

Dan berikut niat puasa Arafah (9 Dzulhijjah):

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ

Artinya: "Saya niat puasa Arafah sunah karena Allah Ta’ala."

Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) merupakan hari yang diharamkan untuk berpuasa.

Rasulullah SAW melarang puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha karena itu adalah hari makan dan minum bagi umat Islam.

Baca Juga: Daftar Tanggal Merah di Bulan Juni 2025, Libur Idul Adha Berapa Hari?

Jadi, tidak ada niat puasa untuk hari Idul Adha, dan umat Islam justru dianjurkan untuk memperbanyak takbir, shalat Idul Adha, dan menyembelih hewan kurban bila mampu.

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dipercaya memiliki keutamaan menghapus dosa satu tahun yang lalu.

Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) lebih utama lagi bagi yang tidak sedang wukuf di Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

"Puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR. Muslim)

 

Waktu membaca niat puasa Tarwiyah dan Arafah dimulai dari malam hari hingga sebelum Dzuhur esoknya, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Baca Juga: Apakah Hari Tasyrik Idul Adha Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya

Disarankan niat dibaca sejak malam sebelumnya agar lebih afdal.

Dan ingat, tidak ada puasa pada hari Idul Adha. Gunakan hari tersebut untuk beribadah dengan cara lain seperti salat Ied, berdzikir, dan berbagi daging kurban.

Semoga ibadah kita di hari-hari mulia ini diterima Allah SWT.

 

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.