Bukan Saja Faktor Usia, Kenali Penyebab Kulit Wajah Kian Mengendur

AKURAT BANTEN - Bukan saja karena faktor usia kulit wajah kian lama kian mengendur. Kulit wajah kendur bisa disebabkan oleh beberapa faktor.
Penyebab yang paling umum adalah karena faktor usia.
Namun, selain faktor usia terdapat beberapa kondisi lain yang juga bisa menjadi pemicu kulit wajah kendur, termasuk kebiasaan dan pola hidup sehari-hari.
Berikut penyebab kulit wajah kendur antara lain:
Paparan Sinar UV
Penyebab kulit wajah kendur yang pertama adalah karena paparan sinar uv. Kolagen dan elastin adalah protein struktural kulit yang membuatnya tetap kencang.
Jika kedua hal tersebut terhambat, maka kulit akan mengendur. Radiasi ultraviolet dapat menembus epidermis dan merusak sel-sel kulit, protein, dan serat elastis yang menjaga kekencangan kulit.
Baca Juga: 3 Manfaat Jambu Biji Yang Mengagumkan, Salah Satunya Cegah Demam Berdarah
Berat Badan Turun
Penyebab kulit wajah kendur selanjutnya adalah akibat dari turunnya berat badan. Membawa beban ekstra dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan pada serat kolagen dan elastin di kulit.
Hal tersebut yang membuat kulit lebih sulit untuk kembali kencang saat berat badan turun.
Jika seseorang kehilangan berat badan dalam jumlah yang signifikan sebesar 45 kilogram atau lebih, kulit kendur dalam jumlah yang signifikan dapat terjadi.
Dalam beberapa kasus, prosedur penurunan berat badan ini dapat menyebabkan sejumlah besar kullt kendur dan menggelambir yang menggantung di tubuh.
Pola hidup juga dapat menyebabkan kulit wajah kendur, seperti terkait pola tidur dan stres.
Baca Juga: Jelang Nataru 2025, Harga Cabai hingga Bawang Meroket di Tangsel
Saat seseorang tidur, kulit akan masuk ke mode perbaikan, berkat hormonn melatonin. Peran melatonin bagi kulit sangatlah penting, terutama dalam hal perbaikan kulit dari paparan lingkungan seperti sinar UV, polusi, stres, dan lainnya.
Faktor lainnya adalah stres. Penelitian telah mengkonfirmasi bahwa kulit bertindak sebagai penginderaan stres langsung dan target dari respon stres.
Sederhananya, stres psikologis memberi tahu otak dan kulit untuk memberi sinyal pelepasan hormon yang dapat memicu peradangan, mengganggu penyembuhan luka, mempercepat penuaan, dan@ memperburuk kondisi kulit, termasuk jerawat, eksim, dan psoriasis.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus









