Banten

Waspada Penyakit Gagal Hati, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Saiful Anwar | 21 April 2024, 19:19 WIB
Waspada Penyakit Gagal Hati, Ini Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

AKURAT BANTEN - Setiap manusia memiliki organ hati yang yang salah satu fungsinya adalah untuk membuang racun dari dalam tubuh. Jika hati tidak bisa menjalankan fungsinya maka disebut gagal hati.

Gagal hati umumnya ditandai dengann mata kulit yang menguning serta perut yang membengkak karena penimbunan cairan. 

Jika seseorang mengalami gagal hati, maka akan membahayakan bagi kesehatan organ yang lain. Hal ini dikarenakan racun yang ada dalam tubuh tidak bisa dikeluarkan dan mengendap.

Melansir dari berbagai sumber, berikut penyebab, gejala, dan cara mengobati gagal hati.

Baca Juga: Rekomendasi Film yang Cocok Ditonton saat Hari Kartini, Diangkat dari Kisah Perjuangan Perempuan

Penyebab Gagal Hati

Penyebab gagal hati sangat beragam. Yang paling sering terjadi adalah infeksi virus hepatitis, mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan overdosis obat paracetamol.

Selain itu, gagal hati juga dapat disebabkan karena faktor berikut :

  • Sirosis
  • Konsumsi obat antiinflamasi nonsteroid, antikejang, dan obat herbal
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Paparan racun, seperti zat karbon tetraklorida
  • Sistem kekebalan tubuh yang menyerang tubuh sendiri
  • Penyakit pembuluh darah di hati
  • Gangguan metabolik
  • Reaksi tubuh atas infeksi berat

Gejala Gagal Hati

Gejala awal gagal hati cenderung ringan dan mirip dengan gejala pada kondisi lain, yaitu sakit perut bagian atas, diare, lelah, mual, dan hilang nafsu makan. Bila kondisi organ hati makin memburuk, gejala yang lebih serius akan muncul. Gejala pada gagal hati tingkat lanjut tersebut meliputi:

  • Mudah memar dan pendarahan
  • Kulit dan mata berwarna kuning
  • Penumpukan cairan di perut
  • Muntah darah dan BAB darah
  • Lelah dan mengantuk
  • Kulit terasa gatal yang parah

Baca Juga: Harus Waspada! Ini Tanda-Tanda Rumah Ada Gangguan Jin

Pengobatan Gagal Hati

Organ hati yang rusak hingga menimbulkan gagal hati bisa kembali menjadi normal, tetapi juga bisa tidak. Jika gagal hati masih dalam tahap awal, bisa dilakukan penyembuhan dengan beberapa cara, di antaranya adalah :

  • Obat: Acetylcysteine ​​digunakan untuk membalikkan gagal hati akut yang disebabkan oleh overdosis asetaminofen.
  • Perawatan suportif: Apabila gagal hati disebabkan oleh virus, dokter akan fokus mengatasi gejala sampai virus hilang. Pada kasus ini, kadang gagal hati pulih dengan sendirinya.
  • Transplantasi hati: Jika gagal hati dipicu oleh kerusakan jangka panjang, langkah pertama mungkin adalah menyelamatkan bagian mana pun dari hati yang masih berfungsi. Bila tidak berhasil, kamu mungkin disarankan untuk melakukan transplantasi hati. Kabar baiknya, prosedur ini sering berhasil.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.