Banten

Kisah Beberapa Cambukan dari Teman yang Bikin Kamu Bangkit, Ternyata Bukan Pujian

Mitha Theana | 11 Januari 2024, 20:10 WIB
Kisah Beberapa Cambukan dari Teman yang Bikin Kamu Bangkit, Ternyata Bukan Pujian

AKURAT BANTEN - Seorang teman sejati tidak akan membuat jatuh dalam pujian. Sebaliknya, dia akan memberikan Anda kekuatan. 

Sejumlah cerita ini, tentang bagaimana seorang teman mengambil perannya yang sangat penting dalam mengubah hidup seseorang. 

Seperti diungkapkan oleh akun X Farchan Noor Rahman @efenerr. 

Baca Juga: Bawaslu Lebak Bersihkan APK Caleg yang Dipasang Melanggar Aturan

"Malam hari saya nelpon @ismmlya sambil nangis. Iya, saya nangis. Malam itu saya hancur lebur, Isma malah memarahi saya. Katanya kamu lelaki penopang keluarga, harus kuat," katanya, dikutip Akurat Banten, Kamis (11/1/2024). 

Nasihat itu sangat membekas dan membuatnya bangkit. "Sejak itu saya bisa bangkit, terima kasih banyak, Isma!," ungkapnya. 

Senada diungkapkan Edward Suhadi @edwardsuhadi. Dia mengaku, juga mendapatkan pengalaman yang sama dan akhirnya bisa bangkit karena cambukan nasihat dari temannya. 

"Saya baru jadi pengusaha, cashflow bener-bener buruk kayak main warung-warungan," katanya.

Baca Juga: Pasar Kandang Sapi Selesai Dibangun, Disperindag Lebak Tunggu Hibah Aset dari Pemerintah Pusat

Pada H-3 bayar gajian, dia mengaku tidak mampu membayar 15 orang karyawannya, karena tidak punya uang lagi. 

"H-3 bayar gaji karyawan yang udah 15-an orang, saya ga punya uangnya. Bener-benar abis. Saya ingat kapan-kapan rasanya mau mati, ya salah satunya hari-hari itu. Saya nangis sesenggukan berdua istri saya, bingung mau bayar pake apa," terangnya.

Dirinya pun coba mengambil jalan pintas dengan berutang. 

"Saya udah mau pinjam sama saudara, sama teman, tapi satu teman ini melarang saya keras: Sekali elu pinjam uang untuk keluar dari masalah elu, badan dan pikiran elu akan selalu ingat ada cara gampang untuk keluar masalah. Elu harus cari itu duit gimana pokoknya," pesan sang teman. 

Ternyata, saran sang teman sangat membekas pada dirinya. 

"Saya telpon semua relasi, ajak meeting kilat, tawarin harga menarik, minta DP dulu tanda jadi. Lolos," sambungnya. 

Dari ceritanya itu, pelajaran bisnis yang dia rasakan dan paling ingat adalah, ketika Anda sudah berada di ujung maut, hadapi. 

"Dari semua pelajaran bisnis saya, itu yang saya paling ingat: Ketika sudah tau rasanya di ujung kematian, saya kini tidak takut lagi sama dia. No easy way out," tukasnya. 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.