Bahaya Merokok Vape, Mulai dari Pneumonia, Asma, PPOK, hingga Paru-paru Kolaps

AKURAT BANTEN - World Health Organization (WHO) resmi melarang penggunaan vape atau rokok elektrik, mulai Desember.
Pemakaian vape kerap dianggap lebih aman dari merokok. Apa benar?
Dilansir dari akun X Erlina Burhan (EB) @erlinaburhan, dikatakan bahwa rokok vape sama berbahaya dengan rokok konvensional.
Baca Juga: Banjir Besar di Cikarang, 1 Unit Motor Terseret Arus
"Vape itu tidak lebih aman dari rokok biasa atau konvensional. Sama-sama berbahaya, punya nikotin yang bersifat adiksi," katanya, dikutip Akurat Banten, Kamis (4/1/2023).
Dijelaskan, vape dapat memicu inflamasi paru, penyakit jantung, bronkitis kronis, dan rusaknya sel karena zat karsinogen yang cukup tinggi.
"Disebut juga dengan bronkiolitis obliteratif yakni kondisi di mana bronkiolus mengalami kerusakan dan udara tidak bisa lewat," jelasnya.
Dilanjutkan, penyakit itu telah dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine Evidence membuktikan hal tersebut.
Baca Juga: Divonis 7 Tahun Penjara? Syarifah Fadiyah Siswi SMP Jambi Pengkritik Jokowi Menangis di Ruang Sidang
"Ada keterkaitan antara vaping serta fibrosis kecil yang berpusat dengan bronkiolitis konstriktif atau bronkiolitis obliteratif," sambungnya.
Ditambahkan, empat pasien yang diteliti punya riwayat penggunaan vape dan sakit paru kronis selama 3-8 tahun.
Penelitian juga menemukan, ketika pasien berhenti vaping, kondisinya membaik sebagian selama 1-4 tahun.
"Bahkan, ketika sudah berhenti pun ada kondisi yang tidak bisa mengembalikan kesehatan paru-paru seperti semula. Apalagi jika tidak berhenti," terangnya.
Yang parahnya lagi, ada penyakit lain yang disebabkan vape, yakni pneumonia, asma, PPOK, paru-paru kolaps.
"Risiko kanker juga tidak lepas dari vape karena kandungan zat kimia formaldehid dan hidrokarbon. Belum lagi zat kimia lainnya," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan






