Abah Jamhari Cilegon, Pewaris Jurus Silat Berru Sakti dan Golok Pusaka dari Banten

AKURAT BANTEN - Abah Jamhari Sakti, merupakan sosok legendaris di Cilegon, Banten. Dari tangannya lahir golok pusaka Cilegon.
Golok ini bahkan menjadi ikon Cilegon yang kerap dipamerkan saat festival golok di Cilegon. Lantas, siapa sosok Jamhari Sakti?
Dilansir dari karangan Ani Rostiyati, BPNB Provinsi Jabar, disebutkan bahwa Jamhari lahir di Cilegon, pada 10 Januari 1952.
Baca Juga: Richard Theodore Buka Rumah Makan Gratis di Kota Tangerang
Saat ini, dia tinggal di Kampung Panaungan, Kelurahan Tubang, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.
"Golok Cilegon mempunyai keunikan dan kekhasan dalam bentuknya, yakni berbentuk huruf C dan mata golok bagian yang tajam masuk ke dalam," katanya, dikutip Akurat Banten, Jumat (17/11/2023).
Golok Cilegon dibuat khusus untuk membela diri dari serangan lawan.
"Golok tersebut bukan untuk menyerang lawan, tetapi untuk membela diri dari serangan lawan dan bukan untuk menyerang yang lemah, tetapi membela diri dari serangan musuh," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Hilang Kendali Satu Kendaraan Roda Empat Menabrak Dua Kendaraan Roda Dua
Abah Jamhari Sakti juga dikenal sebagai penerus Silat Berru Sakti.
"Beliau juga pendiri perguruan pencak silat Berru Sakti yang didirikan sejak tahun 1980 dan sampai sekarang cukup aktif dalam mendidik generasi muda belajar silat," sambungnya.
Pencak silat Berru Sakti, saat ini telah memiliki murid lebih lebih 1.000 orang yang tersebar dalam 4 cabang Berru Sakti, yakni Berru sakti Penahan, Kubang Welut, Delingseng, Kopo, dan Dukuh.
Baca Juga: Lakukan Perbuatan Cabul Kepada Siswa, Oknum Kepala Sekolah Ditetapkan Sebagai Tersangka
Sama dengan golok sakti Cilegon, silat Berru Sakti diciptakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan lawan.
"Silat Berru Sakti adalah ilmu bela diri yang diciptakan dengan menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, yakni seperti gerakan kera (berru)," paparnya.
Padepokan pencak silat Berru Sakti terletak di Kecamatan Ciwandan, Desa Panaunan, Kota Cilegon, Banten.
Menurut sejarahnya, pencak silat Berru Sakti berasal dari seorang peladang bernama Ibu Melati. Suatu ketika, dia berjalan ke ladang dan melihat perkelahian berru (kera) dengan macan.
Baca Juga: PANTAI LAWATA di Teluk Bima, Adalah Surga Tersembuyi di Balik Keindahan BALI
"Saat melihat perkelahian itu, Ibu Melati tidak jadi melanjutkan ke ladang tetapi pulang ke rumah dan mempraktikan cara berkelahi dua hewan itu, terutama binatang berru," ungkapnya.
Konon, dari sinilah tercipta jurus pencak silat Berru Sakti. Ilmu itu lalu diturunkan kepada anak Ibu Melati, yakni Ahmad dan terus kepada Salim dan Zuhri. Dari Zuhri inilah, Jamhari belajar silat Berru Sakti.
Selain mengembangkan silat Berru Sakti, Abah Jamhari juga membuat golok pusaka yang dikenal dengan golok sakti Cilegon.
Golok sakti Cilegon adalah benda pusaka. Golok ini terdiri dari beberapa bagian, yakni serangka, gagang golok (pegangan golok), dan besi golok (bagian tajam sebuah golok).
Baca Juga: 2 NIKMAT Yang Allah Berikan, Sering Terlupakan oleh Manusia, Ini Haditsnya!
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat golok Cilegon adalah 7 P (pahat, palu, pacul, patuk, per, paku, dan pipa).
"Golok pusaka ini dibuat oleh kesepuhan pendiri perguruan penca silat Berru Sakti, yaitu Abah Jamhari. Golok dibuat di rumah Abah Jamhari, di Kampung Penauan, Kelurahan Cigading," jelasnya.
Golok Cilegon sangat khas dan mudah dikenali. Gagangnya memiliki bentuk kepala macan sebagai simbol dari basis peguron aliran silat asli Bandrong. Macan adalah tekad berjuang hingga menang.
Baca Juga: Koalisi Indonesia Maju Resmi Membentuk Tim Kampanye Daerah. Airin Terpilih Sebagai Ketua TKD
Makna lainnya adalah, macan sosok hewan yang disegani oleh para kaum binatang, dalam hal ini para pesilat dan jawara Banten.
"Pembuatan golok di Cilegon ini sudah ada sejak tahun 1980. Ukuran dari golok Cilegon sendiri mempunyai panjang sekitar 44cm, lebar 4cm, panjang gagang golok 10 cm, dan panjang 34 cm," paparnya.
Bagian utama dari golok ialah bilah. Bilah golok dimulai dari bagian ekor sampai pangkal untuk tempat golok.
Badan bilah terdiri dari perut, yaitu bagian sisi tajam dan bagian yang tumpul dinamakan punggung. Adapun Serangka (sarung golok) berukuran panjang 34,5cm dan lebar 11cm.
Pada bagian serangka, terdapat garis-garis yang dibuat sengaja oleh pembuatnya. Garis-garis itu membuat unik dan kencang serangka golok.
Baca Juga: Manfaat Kegiatan Jumat Bersih Dapat Memberikan Dampak Positif Bagi Seluruh Warga Sekolah
Adapun golok Cilegon ini awalnya merupakan alat perkakas kreasi yang dibuat oleh tokoh kesepuhan silat asal Cilegon yang bermaksud untuk mempersatukan dan mewarisi semangat perjuangan masa lalu.
Namun, dalam perkembangannya golok Cilegon digunakan oleh para Jawara dalam adu tangkas, maupun warga untuk mempertahankan diri dari serangan musuh maupun lawan.
Hingga kini, tradisi silat dan golok di Banten masih lestrari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan


