Berusia 115 Tahun, Kakek-Nenek di Lebak Rasakan Hidup dari Zaman Soekarno hingga Jokowi

AKURAT BANTEN - Abah Samsu, begitu sebutan lelaki tua warga Kampung Babakan Pendey, RT 04/06, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Lewidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
Dia tinggal tidak jauh dari Baduy dalam, sekitar 600 meter jauhnya.
Menurut penuturan suami dari Ema Iti ini, dia hidup dari semua Presiden yang memimpin Negara Indonesia ini, dari Presiden Pertama Soekarno hingga Presiden Jokowi.
Baca Juga: Anggota DPRD Serang Tegur Pabrik Pembuang Limbah di Sungai Ciujung
"Setelah sekian tahun menjajah, Belanda pergi, Jepang masuk. Sekian tahun pula Jepang menjajah Indonesia dan merdeka. Selanjutnya, Negara lndonesia dipimpin Pak Sukarno dan sudah 9 pemimpin hingga kini dijabat Presiden Joko Widodo, itulah usia saya," cerita Abah Samsu, ketika bincang-bincang dengan wartawan Akurat Banten, di rumahnya, Senin (13/11/2023).
Meski demikian, Abah Samsu ini mengaku tidak ingat persis berapa usianya saat ini. Dia hanya menceritakan lahir sejak zaman Raja Belanda Wihelmina.
"Waktu itu lndonesia belum merdeka masih dalam penjajahan kolonial Belanda. Usia saya sudah remaja sekitar 15 tahun. Diperkirakan sekarang ini usia kami sekitar 115 tahunan," ujar Abah Samsu.
Pasangan Kakek Nenek Abah Samsu dan Ema Iti mengaku, lahir pada zaman kolonial Belanda. Aktivitas kesehariannya bercocok tanam, baik di kebun ataupun di sawah seluas beberapa hektare miliknya.
Baca Juga: Siswa SMP di Lebak Dibacok Orang Tidak Dikenal, Polisi Buru Pelaku
Meski usianya di atas 100 tahun, kata Samsu, dia dan istrinya masih mampu untuk bercocok tanam.
"Alhamdulillah, diberikan kesehatan dan umur panjang kami masih kuat melakukan aktivitas bertani," imbuh Abah Samsu yang diamini Ema Iti.
Dirinya juga, kata Abah Samsu, tak pernah mengenyam pendidikan yang namanya sekolah.
"Waktu itu tidak ada yang namanya sekolah. Jadi saya dan istri tidak bisa membaca dan menulis (buta huruf)," katanya.
Dari hasil perkawinannya dengan Ema Iti, Abah Samsu dikaruniai 8 anak dan sudah memiliki 6 keturunan.
"Untuk sekarang ini sudah mulai banyak yang dirasakan dan jalanpun memakai tongkat, hanya istri saja yang pergi ke kebun," jelasnya.
"Hampir semua jenis buah buahan ada di kebun,kecuali satu yang tidak ada pohon sawo," pungkas Abah Samsu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bikin Geger! MK Segera Sidangkan Gugatan Gibran, Ini Isi Permohonannya hingga Nasib Kursi Wakil Presiden
- 2Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 5Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 6Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 7Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 8Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
- 9ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Menhan Sjafrie Ungkap Kondisi Kapal Hibah Italia
- 10TNI AL Temukan 3 Jenazah di KM Virgo Transport 8, Tim Kopaska Pecahkan Kaca Kapal








