Masyarakat Disuruh Makan Ubi, Warga: Tidak Kenyang Cuma Bikin Kentut

AKURAT BANTEN - Harga beras kian merangkak naik. Pemerintah menyarankan masyarakat memakan ubi-ubian sebagai pengganti asupan nutrisi alternatif karbohidrat.
Di sisi lain, jika mengkonsumsi ubi-ubian terlalu berlebih-lebihan, tentu akan menimbulkan dampak negatif. Salah satunya ubi jalar.
Terlalu banyak makan ubi jalar, dapat menyebabkan risiko terkena batu ginjal, gangguan pencernaan seperti kram perut, kentut, sembelit, atau diare.
Untuk diketahui, ubi jalar merupakan jenis umbi-umbian yang bisa jadi alternatif karbohidrat pengganti nasi. Ubi jalar merupakan jenis umbi-umbian yang bisa jadi alternatif karbohidrat pengganti nasi.
"Ubi-ubian yang disarankan makanan pokok untuk mengganti nasi memang bisa saja. Tapi tidak kenyang, cuma bikin kentut," kata Aldo, warga Kabupaten Pandeglang, Selasa (10/10/2023).
Menurut Aldo, saran untuk makan umbi di tengah kenaikan harga beras ini, bukan satu solusi.
"Jika kebanyakan makan ubi jalar, pasti akan sering kentut. Coba saja makan berlebih, sudah tentu akan perang angin tut tut tut," jelasnya.
Baca juga: Pedagang Pasar Pandeglang Sebut Larangan TikTok Shop Cuma Gertak Sambel Pemerintah
Dijelaskan Aldo, meski ubi jalar ini kaya kandungan makronutrien seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Namun, jika di konsumsi berlebihan ternyata tidak dianjurkan.
"Konsumsi dalam porsi yang wajar adalah hal yang aman untuk dilakukan, karena jika dikonsumsi berlebihan maka ubi jalar ini bisa membawa efek samping untuk kesehatan. Salah satunya batu ginjal, gangguan pencernaan seperti kram perut, kentut, sembelit. Bahkan, diare," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Tak Bisa Lari Lagi! KPK Garong Pejabat BBPJN Sumut Dicky Erlangga Usai Mangkir dari Pemeriksaan
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa



